Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kota Kediri, Jawa Timur. Persentase penduduk miskin tercatat 6,04 persen, turun sebesar 0,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total 297.037 jiwa penduduk wilayah ini, 17.930 jiwa tercatat sebagai penduduk miskin.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Papua Maret 2026: Naik Jadi Rp.714,37 Ribu per Kapita/Bulan)
Selama periode pencatatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Kediri mencapai nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 13,85 persen. Tahun 2025 menjadi periode dengan angka kemiskinan terendah sepanjang pencatatan. Saat ini wilayah ini berada di urutan 380 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator ini.
Angka kemiskinan 2025 tercatat lebih rendah 0,98 persen dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir, dan lebih rendah 1,21 persen dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir. Penurunan angka kemiskinan terbesar tercatat pada tahun 2008 sebesar 14,34 persen, sementara kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2015 sebesar 7,04 persen.
Dari 6 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan, Kota Kediri mencatat penurunan angka kemiskinan lebih besar dibandingkan Kabupaten Banyuwangi, Kota Blitar, Kota Pasuruan dan Kabupaten Tulungagung. Hanya Kota Mojokerto dan Kota Probolinggo yang mencatat penurunan angka kemiskinan lebih besar dari Kota Kediri pada periode terakhir.
Kabupaten Banyuwangi
Berada di urutan 374 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,13 persen dengan total 100.130 jiwa penduduk miskin dari 1.633.334 jiwa total penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 485,01 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 67,08 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun 6,27 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kota Blitar
Memiliki ranking nasional 347 untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka tercatat 6,60 persen. Terdapat 9.690 jiwa penduduk miskin dari total 146.927 jiwa penduduk yang tercatat di wilayah ini. Garis kemiskinan berada pada angka 625,34 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 63,15 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan tercatat turun sedikit sebesar 2,22 persen pada periode terakhir.
(Baca: 12,48% Penduduk di Kabupaten Buol Masuk Kategori Miskin)
Kota Mojokerto
Menempati urutan 423 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 5,05 persen. Wilayah ini memiliki 6.770 jiwa penduduk miskin dari total 134.102 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 630,96 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 66,24 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sebesar 9,34 persen pada periode pelaporan terakhir.
Kota Pasuruan
Berada di posisi 368 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 6,18 persen. Terdapat 12.830 jiwa penduduk miskin dari total 207.684 jiwa penduduk yang tercatat di wilayah ini. Garis kemiskinan berada pada angka 588,31 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai 54,01 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan tercatat turun sedikit sebesar 2,22 persen pada periode terakhir.
Kota Probolinggo
Menempati urutan 401 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 5,69 persen. Wilayah ini memiliki 14.110 jiwa penduduk miskin dari total 248.255 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 683,24 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 65,48 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sebesar 7,93 persen pada periode pelaporan terakhir.
Kabupaten Tulungagung
Berada di posisi 386 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 5,96 persen. Terdapat 63.170 jiwa penduduk miskin dari total 1.059.709 jiwa penduduk yang tercatat di wilayah ini. Garis kemiskinan berada pada angka 463,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai 49,49 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan tercatat turun sebesar 5,10 persen pada periode terakhir.