Besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp100.329 per kapita per bulan. Terjadi sedikit pertumbuhan sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp216.660, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 46,3%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (Rp31.624) dan perawatan (Rp38.319). Pengeluaran untuk rokok dan tembakau juga mendekati pengeluaran untuk makanan jadi yang tercatat sebesar Rp173.787.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2015 - 2024)
Pengeluaran total masyarakat Wonogiri menunjukkan kondisi bervariasi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.228.367 pada tahun 2024. Namun terjadi penurunan sebesar 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan alokasi dana masyarakat untuk konsumsi rokok dan tembakau masih cukup signifikan, meski terjadi penurunan secara keseluruhan.
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Wonogiri mengalami pasang surut. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 14,4%. Sempat mengalami penurunan pada tahun 2023 turun 0,9%, kemudian kembali tumbuh sedikit pada tahun 2024 sebesar 0,8%. Angka ini menunjukkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau cenderung stagnan dalam dua tahun terakhir, setelah mengalami lonjakan pada tahun 2022.
Dalam skala Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonogiri berada di peringkat ke-28 untuk pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2024. Posisi ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi rokok dan tembakau di Wonogiri relatif sedang dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Secara nasional, Wonogiri berada di peringkat 419.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, di antara kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, Kabupaten Pati memiliki nilai pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp151.356. Diikuti oleh Kabupaten Rembang (Rp146.365) dan Kabupaten Demak (Rp142.988). Kabupaten Pati juga mengalami penurunan pertumbuhan turun 5,8%. Sementara Kabupaten Rembang mengalami pertumbuhan sebesar 4,9%.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Puncak Jaya 2018 - 2024)
Kota Semarang
Di Kota Semarang, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.322.997 pada tahun 2024, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 12,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Kota Semarang pada peringkat pertama di Jawa Tengah untuk pengeluaran non-makanan. Sementara itu, rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai Rp914.785.
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten menunjukkan peningkatan yang cukup besar dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan. Tercatat pertumbuhan sebesar 56,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pengeluaran naik menjadi Rp861.242 pada tahun 2024. Peningkatan ini mendorong Klaten naik ke peringkat kelima se-Jawa Tengah untuk kategori pengeluaran non-makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp611.156.
Kabupaten Wonogiri
Kabupaten Wonogiri mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp634.010 pada tahun 2024. Ada pertumbuhan signifikan sebesar 52,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menempatkan Wonogiri di peringkat ke-14 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah dalam hal pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp594.356.
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Temanggung mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp523.186 pada tahun 2024, meningkat 7,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Temanggung pada peringkat ke-24 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah dalam hal pengeluaran bukan makanan. Sedangkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan adalah Rp546.023.