Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran mencapai Rp 136.628 per kapita per bulan.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 44,3% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp 245.301. Penurunan ini mengakhiri periode kenaikan yang cukup tinggi pada tahun-tahun sebelumnya, terutama lonjakan 86,7% yang terjadi pada tahun 2022. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2022, sebelum akhirnya mengalami penurunan pada tahun terakhir.
(Baca: Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp. 16.659,4 per Dolar AS (Rabu, 26 November 2025))
Meskipun mengalami penurunan, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Puncak Jaya masih tergolong tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah. Kabupaten ini menduduki peringkat pertama dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit di antara kabupaten/kota seprovinsi. Secara nasional, Kabupaten Puncak Jaya berada di peringkat 15.
(Baca: Rata-Rata Lama Menginap Tamu Indonesia di Hotel Nonbintang di Kep. Bangka Belitung | 2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp 529.794, pengeluaran untuk perawatan kulit hanya menyumbang sebagian kecil. Namun, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran untuk kecantikan yang hanya Rp 40.388. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Puncak Jaya memberikan perhatian yang cukup besar pada perawatan kulit dibandingkan dengan produk kecantikan lainnya.
Di antara kabupaten/kota lain di Papua Tengah, Kabupaten Mimika mencatatkan pengeluaran untuk perawatan kulit sebesar Rp 121.808 pada tahun 2024 dengan pertumbuhan -12.8%. Kabupaten Nabire mencatatkan pengeluaran Rp 82.509 dengan pertumbuhan 0.9%. Sementara itu, Kabupaten Intan Jaya mencatatkan pengeluaran sebesar Rp 72.715 dengan pertumbuhan -1.2%.
Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
Kabupaten Puncak Jaya menduduki peringkat pertama dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di antara kabupaten/kota se-Provinsi Papua Tengah, yaitu sebesar Rp 919.773 pada tahun 2024. Meskipun demikian, terjadi penurunan sebesar 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1.174.903. Kabupaten Mimika berada di posisi kedua dengan pengeluaran Rp 850.183, menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Nabire menyusul di peringkat ketiga dengan pengeluaran Rp 840.637, mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 23,8%.
Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Kabupaten Puncak Jaya masih memimpin dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan dengan nilai sebesar Rp 2.808.386 pada tahun 2024. Namun, angka ini mengalami penurunan sebesar 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3.040.167. Kabupaten Mimika berada di urutan kedua dengan pengeluaran Rp 1.735.786, mengalami penurunan yang cukup besar yaitu 21,9%. Kabupaten Nabire menempati posisi ketiga dengan pengeluaran Rp 1.636.282, mencatatkan penurunan sebesar 9,7%.
Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Kabupaten Puncak Jaya mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp 1.888.613 pada tahun 2024, menempati peringkat pertama di Provinsi Papua Tengah. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1.797.312. Kabupaten Intan Jaya berada di posisi kedua dengan pengeluaran Rp 961.810, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 61%. Kabupaten Mimika berada di urutan ketiga dengan pengeluaran Rp 885.603, mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,4%.