Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata lama menginap tamu Indonesia di hotel nonbintang di Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2024 adalah 1.4 malam. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 11.39% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, durasi menginap masih sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023) sebesar 1.55 malam, tetapi di bawah rata-rata 5 tahun terakhir (2019-2023) yang mencapai 1.5 malam.
Perkembangan historis menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Tahun 2006 menjadi puncak dengan rata-rata 2.65 malam, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2024. Meskipun sempat naik pada tahun 2021 dan 2022, tren secara umum menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini mungkin mengindikasikan perubahan preferensi wisatawan atau faktor ekonomi yang mempengaruhi lama tinggal di hotel nonbintang.
(Baca: Tujuan Mengakses Internet Penduduk Desa dan Kota Mendapatkan Informasi Barang dan Jasa Periode 2019-2024)
Di tingkat regional Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat ke-2 dalam hal rata-rata lama menginap. Secara nasional, provinsi ini menduduki peringkat ke-7. Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun mengalami penurunan, Kepulauan Bangka Belitung masih menjadi destinasi dengan daya tarik yang cukup baik bagi wisatawan domestik dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Indonesia.
Dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung masih menunjukkan kinerja yang kompetitif. Akan tetapi, adanya penurunan memerlukan perhatian untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya dan merumuskan strategi untuk meningkatkan kembali daya tarik wisata dan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama.
Perlu dicermati bahwa anomali terjadi pada tahun 2006 dengan rata-rata lama menginap yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun lain. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh faktor khusus pada tahun tersebut, seperti adanya event besar atau kebijakan yang mendukung pariwisata. Namun, tanpa informasi lebih lanjut, sulit untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati peringkat pertama di Pulau Sulawesi dengan nilai rata-rata lama menginap 1.49 malam. Pertumbuhan tercatat sebesar 14.62% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Sulawesi Utara menjadi daerah dengan potensi pertumbuhan yang signifikan di wilayah Sulawesi.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Bangka Tengah | 2024)
Papua
Provinsi Papua berada di peringkat kedua di wilayah Papua, dengan nilai rata-rata lama menginap 1.47 malam. Namun, terjadi penurunan sebesar 5.77% dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan, Papua perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan kembali kunjungan dan lama tinggal wisatawan.
Maluku Utara
Maluku Utara menduduki peringkat pertama di Kepulauan Maluku dengan nilai rata-rata lama menginap 1.41 malam. Meskipun demikian, pertumbuhan tercatat positif sebesar 8.46%. Pertumbuhan ini mengindikasikan bahwa Maluku Utara mengalami peningkatan kunjungan dan lama tinggal.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat pertama di Pulau Kalimantan dengan nilai rata-rata lama menginap 1.4 malam. Namun, data menunjukkan adanya penurunan sebesar 7.28%. Kondisi ini mengindikasikan Kalimantan Utara perlu mengambil langkah untuk meningkatkan kembali potensi pariwisatanya.
Aceh
Aceh berada di peringkat ketiga di Pulau Sumatera, dengan nilai rata-rata lama menginap 1.37 malam. Meskipun demikian, pertumbuhan tercatat positif sebesar 13.22%. Hal ini menunjukkan Aceh mulai menunjukkan peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan domestik.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat kedua di wilayah Kepulauan Maluku dengan nilai rata-rata lama menginap yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 1.37 malam. Data ini menunjukkan Maluku membutuhkan inovasi baru untuk menarik wisatawan lebih banyak.