Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Tanah Laut tahun 2024 mencapai 36606 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 7,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 39564 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, tercatat pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2023, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2018.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Riau 2015 - 2024)
Dari total pengeluaran masyarakat per kapita sebulan, biaya perawatan kulit menempati porsi sebesar 2,6 persen. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 215838 rupiah, maupun pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 164012 rupiah per kapita setiap bulannya. Bahkan pengeluaran untuk sabun mandi tercatat hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan alokasi dana untuk perawatan kulit di wilayah ini.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Tanah Laut mengalami kenaikan tertinggi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 41,9 persen dari tahun sebelumnya. Setelah kenaikan besar tersebut, pertumbuhan hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,2 persen pada tahun 2023, sebelum akhirnya turun pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran lima tahun terakhir berada di angka 34361 rupiah, sehingga nilai tahun 2024 masih berada sedikit di atas rata-rata lima tahun tersebut.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Laut menempati urutan ke 13 dari seluruh 13 kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini. Artinya wilayah ini menjadi daerah dengan pengeluaran perawatan kulit terendah di seluruh Kalimantan Selatan. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 435 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan peringkat 53 dari seluruh wilayah di Pulau Kalimantan.
Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin mencatat pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Kalimantan Selatan pada tahun 2024 dengan nilai mencapai 133196 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan sebesar 83,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Untuk total pengeluaran bukan makanan, kota ini menempati urutan kedua seprovinsi dengan nilai 950619 rupiah pada tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar 12,3 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Muara Enim Naik 0,09%)
Kota Banjar Baru
Kota Banjar Baru menempati urutan kelima seprovinsi untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 58006 rupiah per kapita. Meskipun demikian, wilayah ini mengalami penurunan sebesar 28,9 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, kota ini masih menempati urutan pertama se Kalimantan Selatan, meskipun mengalami penurunan sebesar 8,5 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Barito Kuala
Kabupaten Barito Kuala mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit tertinggi seprovinsi pada tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 93,3 persen. Nilai pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mencapai 50220 rupiah per kapita per bulan, jauh melampaui nilai Kabupaten Tanah Laut. Untuk pengeluaran total bukan makanan, wilayah ini menempati urutan terakhir seprovinsi, namun mengalami kenaikan sebesar 6 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kabupaten Hulu Sungai Utara mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 38211 rupiah pada tahun 2024, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Tanah Laut. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 28,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini menempati urutan terakhir seprovinsi dengan nilai 661382 rupiah per kapita per bulan, meskipun mengalami kenaikan 8,2 persen dari tahun sebelumnya.