Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, pada 2024 tercatat Rp9,39 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp8,72 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,18%.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kota Lubuk Linggau)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 212,22 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp45.701 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 282.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertambangan dan penggalian. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp3,65 jutajuta. PDRB ini tumbuh 4,28%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 7,98% menjadi Rp1,62 jutajuta, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan diurutan ketiga dengan PDRB Rp1,47 jutajuta (4,93%).
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Musi Banyuasin)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, untuk urutan lima besar adalah real estate dengan nilai Rp293,69 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 3,26% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp285,63 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 41,27%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor real estate.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Transportasi dan Pergudangan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.