Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Musi Banyuasin pada Desember 2024, berkurang 0,45% menjadi 2,13% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Purbalingga pada 2024)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kota Singkawang 7,92%)
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan. Demikian pula kondisi pasca pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Musi Banyuasin.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 444 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Musi Banyuasin mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir sedangkan dalam lima tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren turun. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 346,28 ribu pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 7.582 pekerja menjadi 329,61 ribu pekerja pada tahun 2024.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Musi Banyuasin dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2022 tercatat 331,04 ribu pekerja, pada 2023 kemudian mengalami penurunan menjadi 328,48 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 322,58 ribu pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Musi Banyuasin tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,94 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,51 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sumatera Selatan pada 2024 yakni :
- Kota Palembang 6,98%
- Kota Lubuk Linggau 5,29%
- Kota Prabumulih 4,94%
- Kabupaten Musi Rawas Utara 4,91%
- Kabupaten Muara Enim 4,09%
- Kabupaten Ogan Komering Ulu 4,05%
- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir 3,72%
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 3,45%
- Kabupaten Ogan Komering Ilir 3,38%
- Kabupaten Banyuasin 3,24%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan 1,8%
- Kabupaten Musi Rawas 1,94%
- Kabupaten Musi Banyuasin 2,13%
- Kota Pagar Alam 2,34%
- Kabupaten Ogan Ilir 2,65%
- Kabupaten Empat Lawang 2,84%
- Kabupaten Lahat 3,11%
- Kabupaten Banyuasin 3,24%
- Kabupaten Ogan Komering Ilir 3,38%
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 3,45%