Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bangli pada tahun 2024 mencapai 226998 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,4 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 226079 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode pengamatan tujuh tahun terakhir, nilai pengeluaran ini tercatat mengalami pergerakan naik turun dengan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 16,8 persen.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Mesuji Juni 2026 1,56%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Berdasarkan catatan historis, nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Bangli sempat turun berturut-turut pada tahun 2019 dan 2020 sebelum penurunan besar pada tahun 2021. Setelah tahun 2021, nilai pengeluaran ini naik secara berturut-turut pada tahun 2022 sebesar 33,2 persen, tahun 2023 sebesar 22,3 persen sebelum mengalami kenaikan sangat sedikit pada tahun 2024. Pada tahun 2024 nilai ini menjadi pengeluaran tertinggi sepanjang periode data yang dicatat sejak tahun 2018.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang 13,7 persen dari total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Bangli pada tahun 2024 yang mencapai 1653918 rupiah. Sementara itu jika dibandingkan dengan total pengeluaran kategori makanan secara keseluruhan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sebesar 26,8 persen dari seluruh pengeluaran makanan masyarakat kabupaten ini.
Secara peringkat se-provinsi Bali, Kabupaten Bangli berada di urutan keempat untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini sama dengan posisi tahun sebelumnya, tidak mengalami pergeseran. Tiga wilayah dengan nilai pengeluaran lebih tinggi di atas Kabupaten Bangli berturut-turut adalah Kabupaten Badung dengan 492298 rupiah, Kota Denpasar 417996 rupiah dan Kabupaten Gianyar sebesar 277760 rupiah. Secara nasional, Kabupaten Bangli berada di peringkat 154 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk indikator ini.
Kabupaten Badung
Kabupaten Badung secara konsisten menempati peringkat pertama se-provinsi Bali untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat, termasuk pengeluaran makanan dan minuman jadi. Pada tahun 2024 total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Badung mencapai 2784529 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 18,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan masyarakat wilayah ini tercatat 1148434 rupiah per kapita per bulan, tumbuh 18,4 persen dan menjadi nilai tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten kota di provinsi Bali.
(Baca: Produksi Padi Jawa Timur Tertinggi pada 2024)
Kota Denpasar
Kota Denpasar menempati peringkat kedua se-provinsi Bali untuk nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat kota ini mencapai 2909487 rupiah, merupakan nilai tertinggi untuk total pengeluaran seluruh kabupaten kota di Bali. Pengeluaran makanan masyarakat Kota Denpasar tercatat 1078000 rupiah per kapita per bulan, tumbuh sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 19,8 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Gianyar menempati peringkat ketiga se-provinsi Bali untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Berbeda dengan sebagian wilayah besar lainnya, Kabupaten Gianyar mencatat penurunan sedikit sebesar 0,5 persen untuk indikator pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024. Total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat wilayah ini mencapai 2182126 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan masyarakat Kabupaten Gianyar tercatat tumbuh sebesar 15 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Tabanan
Kabupaten Tabanan berada tepat di bawah Kabupaten Bangli pada peringkat kelima se-provinsi Bali untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 8,1 persen untuk indikator tersebut pada tahun 2024. Total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Tabanan mencapai 1826190 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat keempat untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat se-provinsi Bali.