Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Sarolangun, Jambi sebesar 8,36 persen pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk 310.287 jiwa, terdapat 26.540 jiwa penduduk miskin di Sarolangun.
Secara historis, persentase kemiskinan di Sarolangun mengalami fluktuasi. Sempat mencapai angka tertinggi 20,25 persen pada tahun 2004, kemudian menurun hingga mencapai titik terendah 8,36 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 11,22 persen, dan pertumbuhan terendah pada tahun 2008 turun 27,44 persen. Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 8,46 persen dan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 8,50 persen, kondisi kemiskinan saat ini menunjukkan penurunan. Secara nasional, Kabupaten Sarolangun berada pada peringkat 294 dalam persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lebong Periode 2005 - 2024)
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Jambi yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Sarolangun menunjukkan performa yang bervariasi. Beberapa kabupaten menunjukkan persentase kemiskinan yang lebih tinggi, sementara yang lain lebih rendah. Kondisi ini menggambarkan kompleksitas dan tantangan yang berbeda dalam penanganan kemiskinan di setiap wilayah.
Kabupaten Batang Hari
Kabupaten Batang Hari mencatatkan persentase penduduk miskin sebesar 8,63 persen, sedikit lebih tinggi dari Sarolangun, dengan peringkat 284 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 23.740 jiwa dari total populasi 306.652 jiwa. Garis kemiskinan di Batang Hari mencapai Rp 613.093,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 82,61 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk mengalami penurunan sebesar 0,68 persen, sementara pertumbuhan garis kemiskinan cukup signifikan, yaitu 13,5 persen.
(Baca: BPS: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Banten Naik 4,59%(Data Maret 2025))
Kota Jambi
Kota Jambi memiliki persentase kemiskinan lebih rendah, yakni 7,73 persen, dengan peringkat 321 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.250 jiwa dari total 641.022 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Jambi tercatat Rp 757.014,00 per kapita per bulan, tertinggi dibandingkan wilayah lain yang berdekatan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 68,30 juta per tahun, dengan pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 13,42 persen. Jumlah penduduk kota ini tumbuh 1,16 persen.
Kabupaten Kerinci
Dengan persentase kemiskinan 6,93 persen, Kabupaten Kerinci menduduki peringkat 353 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Kerinci adalah 16.830 jiwa dari total populasi 270.576 jiwa. Garis kemiskinan di Kerinci mencapai Rp 606.095,00 per kapita per bulan, terendah di antara wilayah pembanding. Pendapatan per kapita masyarakat Kerinci mencapai Rp 57,34 juta per tahun. Pertumbuhan garis kemiskinan di Kerinci sangat tinggi, mencapai 24,75 persen, sementara jumlah penduduk tumbuh 2,44 persen.