Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2024 mencapai 77267 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 14 persen dibandingkan catatan tahun 2023 yang mencapai 89857 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode tujuh tahun terakhir, catatan pengeluaran tertinggi untuk kelompok barang ini tercatat pada tahun 2023, sedangkan pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2020 dengan angka 39112 rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kota Bau Bau | 2024)
Berdasarkan data pengeluaran masyarakat, nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 72,3 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk aneka barang jasa, bahkan melebihi pengeluaran untuk keperluan kecantikan, perawatan pribadi, serta sabun mandi. Dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi per kapita, pengeluaran rokok dan tembakau mencapai 81,1 persen dari total pengeluaran makanan jadi masyarakat kabupaten ini.
Sepanjang rentang tahun 2018 sampai 2024, catatan pengeluaran rokok dan tembakau mengalami pergerakan turun dalam tiga tahun awal periode, sebelum naik secara signifikan sebesar 105,3 persen pada tahun 2022. Setelah peningkatan itu, terjadi kenaikan sedikit pada tahun 2023, sebelum akhirnya mencatat penurunan pada tahun 2024. Tidak ada periode stagnan selama tujuh tahun pengamatan data ini.
Di tingkat provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Tengah menempati urutan ke 14 dari total 17 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Urutan ini berada di atas Kabupaten Buton, Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Selatan. Lima kabupaten dengan pengeluaran rokok tertinggi di provinsi ini secara berturut adalah Kabupaten Konawe Utara dengan 184041 rupiah, Kabupaten Kepulauan Konawe 160200 rupiah, Kabupaten Bombana 146853 rupiah, Kabupaten Konawe 140726 rupiah dan Kabupaten Kolaka Utara 139746 rupiah.
Seluruh kabupaten di urutan lima teratas tersebut mencatat kenaikan pengeluaran rokok pada tahun 2024, kecuali Kabupaten Bombana yang mengalami penurunan sedikit. Sementara itu, hanya tiga kabupaten di seluruh provinsi Sulawesi Tenggara yang mencatat penurunan pengeluaran rokok pada tahun terakhir, yaitu Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan.
Kabupaten Buton Tengah
(Baca: 95,2% Penduduk di Kabupaten Indragiri Hilir Beragama Islam)
Untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori, Kabupaten Buton Tengah menempati urutan paling akhir dari seluruh wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat kabupaten ini mencapai 756599 rupiah pada tahun 2024, dengan penurunan sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan masyarakat kabupaten ini juga tercatat paling rendah seprovinsi yaitu 405528 rupiah per kapita per bulan, diikuti dengan pengeluaran bukan makanan sebesar 351071 rupiah yang juga menempati urutan terakhir.
Kota Kendari
Sebagai ibukota provinsi, Kota Kendari secara konsisten menempati urutan pertama untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Total pengeluaran per kapita per bulan wilayah ini mencapai 2043965 rupiah pada tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar 8,8 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan masyarakat Kota Kendari hampir mencapai tiga kali lipat nilai pengeluaran bukan makanan Kabupaten Buton Tengah, dengan catatan 1181941 rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara menempati urutan kedua tertinggi untuk total pengeluaran masyarakat seprovinsi, dengan nilai 1945394 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatat pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di seluruh Sulawesi Tenggara, hampir dua setengah kali lipat nilai pengeluaran rokok Kabupaten Buton Tengah. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini tercatat sebesar 2,4 persen pada tahun terakhir, dengan pengeluaran makanan menempati urutan pertama se-provinsi.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara mencatat pertumbuhan total pengeluaran masyarakat tertinggi seprovinsi pada tahun 2024 yaitu sebesar 21,8 persen. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1738888 rupiah per bulan, menempati urutan ketiga di seluruh Sulawesi Tenggara. Pengeluaran rokok dan tembakau wilayah ini juga masuk dalam lima besar tertinggi, dengan pertumbuhan sebesar 16,6 persen pada tahun terakhir yang menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi untuk kategori barang ini.