Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2024 sebesar 77267 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 14 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 89857 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sebagian besar dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten tersebut, yang sebesar 106900 rupiah.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku Utara 2018 - 2024)
Sejak tahun 2018, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Buton Tengah mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran mencapai 72830 rupiah, lalu turun sedikit menjadi 59787 rupiah pada tahun 2019 dengan penurunan 17,9 persen. Tahun 2020, pengeluaran turun secara signifikan menjadi 39112 rupiah dengan penurunan 34,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun 2021, pengeluaran naik sedikit menjadi 41893 rupiah dengan pertumbuhan 7,1 persen, sebelum mengalami kenaikan yang sangat besar pada tahun 2022 menjadi 85998 rupiah dengan pertumbuhan 105,3 persen. Tahun 2023, pengeluaran naik sedikit lagi menjadi 89857 rupiah dengan pertumbuhan 4,5 persen, sebelum turun kembali pada tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2020.
Dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Tengah menempati peringkat ke-14 untuk pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2024. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya. Lima kabupaten dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di provinsi tersebut adalah Kabupaten Konawe Utara (184041 rupiah, pertumbuhan 6,2 persen), Kabupaten Kepulauan Konawe (160200 rupiah, pertumbuhan 8,2 persen), Kabupaten Bombana (146853 rupiah, penurunan 0,1 persen), Kabupaten Konawe (140726 rupiah, pertumbuhan 10,6 persen), dan Kabupaten Kolaka Utara (139746 rupiah, pertumbuhan 16,6 persen).
Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Buton Tengah juga dapat dibandingkan dengan pengeluaran untuk kategori lain. Pengeluaran ini lebih tinggi daripada rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (14088 rupiah), perawatan (28031 rupiah), dan sabun mandi (28896 rupiah), tetapi lebih rendah daripada pengeluaran untuk makanan jadi (95286 rupiah).
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk barang dan jasa bukan makanan di Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2024 sebesar 299603 rupiah. Angka ini turun sebesar 20,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 377674,89 rupiah. Di antara kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Tengah menempati peringkat ke-17, yang merupakan peringkat terendah dibandingkan wilayah lain. Kota Kendari menempati peringkat pertama dengan pengeluaran 1013733 rupiah, diikuti oleh Kabupaten Konawe Utara dengan 861907 rupiah dan Kabupaten Kolaka Utara dengan 859737 rupiah. Beberapa wilayah lain mengalami pertumbuhan pengeluaran bukan makanan, seperti Kabupaten Konawe Utara dengan pertumbuhan 31,5 persen dan Kabupaten Wakatobi dengan pertumbuhan 34,2 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah Periode 2004 - 2024)
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2024 sebesar 667417 rupiah. Angka ini turun sebesar 21 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 845203 rupiah. Di Sulawesi Tenggara, kabupaten ini menempati peringkat ke-17, yang merupakan peringkat terendah. Kota Kendari menempati peringkat pertama dengan pengeluaran 1783409 rupiah, diikuti oleh Kabupaten Konawe Utara dengan 1674005 rupiah dan Kabupaten Kolaka Utara dengan 1599452 rupiah. Sebagian besar wilayah di provinsi ini mengalami penurunan pengeluaran total, seperti Kabupaten Konawe Utara dengan penurunan 11,9 persen dan Kabupaten Wakatobi dengan penurunan 11,9 persen.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2024 sebesar 367813 rupiah. Angka ini turun sebesar 12,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 422123,42 rupiah. Di Sulawesi Tenggara, kabupaten ini menempati peringkat ke-17. Kabupaten Konawe Utara menempati peringkat pertama dengan pengeluaran 812097 rupiah, diikuti oleh Kota Kendari dengan 769676 rupiah dan Kabupaten Kolaka Utara dengan 739715 rupiah. Beberapa wilayah mengalami pertumbuhan pengeluaran makanan, seperti Kabupaten Wakatobi dengan pertumbuhan 37,2 persen dan Kabupaten Buton dengan pertumbuhan 35,8 persen.
Perbandingan Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan di Wilayah Sekitar
Di antara wilayah sekitar di Sulawesi Tenggara, terdapat perbedaan yang signifikan dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan. Kabupaten Konawe Utara memiliki pengeluaran makanan tertinggi, sedangkan Kota Kendari memiliki pengeluaran bukan makanan tertinggi. Kabupaten Buton Tengah berada di posisi terendah untuk kedua kategori pengeluaran ini. Penurunan pengeluaran di Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2024 lebih besar dibandingkan sebagian besar wilayah lain di provinsi, yang menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat yang berbeda dengan wilayah sekitarnya. Pengeluaran makanan di sebagian besar wilayah mengalami kenaikan, sedangkan pengeluaran bukan makanan di sebagian wilayah juga mengalami kenaikan, kecuali beberapa termasuk Kabupaten Buton Tengah.