Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kulonprogo Turun 1,65% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta mencapai 8,75% pada 2024.
Angka tersebut turun 4,69% dari tahun sebelumnya sebesar 13,44%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,65%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Kulonprogo lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kulonprogo yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,75% dari total penduduk.
Dibanding 4 kabupaten/kota lain di Provinsi DI Yogyakarta, PoU di Kabupaten Kulonprogo ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sleman (8,05%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kota Yogyakarta (10,35%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi DI Yogyakarta pada 2024.
- Kabupaten Sleman: 8,05%
- Kabupaten Kulonprogo: 8,75%
- Kabupaten Gunung Kidul: 8,84%
- Kabupaten Bantul: 9,27%
- Kota Yogyakarta: 10,35%
(Baca: Deretan 10 Provinsi dengan Populasi Domba Terbanyak di Indonesia, Jawa Barat Unggul)