Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024 mencapai 128538 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 4,8 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 5889 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2023 sebelumnya, pengeluaran untuk kategori ini sempat turun sedikit sebesar 2,7 persen setelah bertahan pada pola kenaikan selama tiga tahun berturut-turut sebelumnya.
(Baca: Inflasi (Mom) (2018=100) di Jawa Timur | 2026)
Jika dibandingkan dengan komponen pengeluaran lain, nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 64,4 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk aneka barang jasa, 5,5 kali lipat pengeluaran untuk kebutuhan kecantikan, dan 2,6 kali lipat pengeluaran untuk sabun mandi setiap bulannya. Nilai ini juga mencapai 81 persen dari total pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan perawatan pribadi per kapita setiap bulan.
Selama kurun waktu tujuh tahun terakhir sejak 2018, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 8,8 persen, kemudian naik 19,1 persen pada tahun 2020 yang menjadi kenaikan tertinggi selama periode pengamatan. Setelah tahun 2020, terjadi kenaikan berturut-turut pada tahun 2021 sebesar 8,6 persen dan tahun 2022 sebesar 7,8 persen, sebelum turun sedikit pada tahun 2023.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong menempati urutan kelima dari 13 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Peringkat ini tetap sama dengan posisi tahun sebelumnya. Empat wilayah yang mencatatkan pengeluaran lebih tinggi secara berurutan adalah Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Buol dan Kabupaten Banggai Laut.
Untuk seluruh wilayah Sulawesi, kabupaten ini menempati peringkat ke 30, sedangkan jika dibandingkan dengan seluruh kabupaten dan kota di Indonesia posisinya berada di urutan 273. Pada tahun 2024, hanya terdapat tiga kabupaten di Sulawesi Tengah yang mencatatkan pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Parigi Moutong, yaitu Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Banggai Laut.
Kabupaten Morowali
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA6 Kota Depok 2025)
Kabupaten Morowali mencatatkan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi se-provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2024 dengan nilai 229007 rupiah per kapita setiap bulan. Meskipun menjadi yang tertinggi, wilayah ini justru mencatatkan penurunan sebesar 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, kabupaten ini juga menempati urutan pertama se-provinsi dengan nilai total pengeluaran mencapai 2008616 rupiah per bulan, dimana pengeluaran untuk makanan mencapai 979693 rupiah atau hampir setengah dari total pengeluaran masyarakat.
Kota Palu
Sebagai satu-satunya kota di provinsi ini, Kota Palu menempati urutan kedua untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan dengan nilai 1668616 rupiah per bulan pada tahun 2024. Namun untuk pengeluaran rokok dan tembakau, wilayah ini justru berada di urutan terbawah kedua dengan nilai hanya 110545 rupiah per kapita setiap bulan. Terjadi penurunan sebesar 19,1 persen untuk pengeluaran rokok dan tembakau di kota ini pada tahun 2024, menjadi penurunan terbesar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah untuk kategori ini.
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara menempati urutan kedua untuk pengeluaran rokok dan tembakau se-provinsi pada tahun 2024 dengan nilai 178123 rupiah per kapita setiap bulan. Terjadi kenaikan sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya untuk kategori ini. Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, wilayah ini juga menempati urutan ketiga se-provinsi, dengan pengeluaran makanan mencapai 872138 rupiah per kapita setiap bulan yang mengalami kenaikan sebesar 32,6 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Buol
Kabupaten Buol menempati urutan ketiga untuk pengeluaran rokok dan tembakau se-provinsi Sulawesi Tengah tahun 2024 dengan nilai 140735 rupiah per kapita setiap bulan. Terjadi kenaikan sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya untuk kategori ini. Untuk total pengeluaran makanan, wilayah ini menempati urutan kesembilan se-provinsi dengan nilai 566772 rupiah per kapita setiap bulan, dan mengalami kenaikan sebesar 17,6 persen pada tahun 2024.