Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pidie pada tahun 2024 mencapai 234266 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 12224 rupiah per orang setiap bulannya. Pada periode tujuh tahun terakhir sejak 2018, nilai pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun dengan dua kali terjadi penurunan yaitu pada tahun 2019 dan tahun 2021.
(Baca: Volume Ekspor Ikan Kerang Kerangan Moluska dan Olahannya Provinsi Aceh Februari 2026)
Pada tahun 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 19,9 persen dari total pengeluaran per kapita bulanan seluruh jenis barang dan jasa masyarakat Kabupaten Pidie. Nilai ini juga setara dengan 32,6 persen dari total pengeluaran makanan secara keseluruhan masyarakat wilayah ini. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di wilayah yang sama mencapai 117768 rupiah per kapita per bulan, atau hampir separuh dari nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi.
Selama kurun waktu 2018 sampai 2024, pengeluaran tertinggi untuk kategori ini tercatat pada tahun 2024. Sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2019 yaitu sebesar 172034 rupiah per kapita per bulan. Kenaikan tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 16,2 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2019 yaitu sebesar 7,6 persen. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir mencapai 4,8 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yang hanya mencapai 1 persen.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Aceh, Kabupaten Pidie menempati urutan ke 10 dari 23 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan nilai pengeluaran tertinggi di atas Kabupaten Pidie secara berurutan adalah Kota Banda Aceh dengan 447005 rupiah, Kabupaten Nagan Raya 381961 rupiah, Kota Sabang 339726 rupiah, Kota Lhokseumawe 291914 rupiah dan Kabupaten Aceh Jaya 289551 rupiah.
Kota Banda Aceh
Kota Banda Aceh secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh provinsi Aceh untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan seluruh barang dan jasa di wilayah ini mencapai 2402683 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan mencapai 1031407 rupiah per kapita per bulan, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 1371277 rupiah. Selisih nilai total pengeluaran Kota Banda Aceh lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilai total pengeluaran Kabupaten Pidie.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kota Malang | 2024)
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya menempati peringkat kedua provinsi Aceh untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi, dengan nilai 381961 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,1 persen untuk kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan di Kabupaten Nagan Raya mencapai 1120129 rupiah per kapita per bulan, menjadikannya wilayah dengan pengeluaran makanan tertinggi seluruh provinsi Aceh mengungguli Kota Banda Aceh pada kategori ini.
Kota Sabang
Kota Sabang mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 7,5 persen pada tahun 2024, dengan nilai mencapai 339726 rupiah per kapita per bulan. Wilayah kepulauan ini menempati peringkat ketiga se-provinsi untuk kategori ini. Total pengeluaran bukan makanan di Kota Sabang mencapai 764253 rupiah per kapita per bulan, mengalami pertumbuhan sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat total pengeluaran seluruh barang dan jasa Kota Sabang berada di urutan kelima se-provinsi Aceh.
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe mencatatkan penurunan sebesar 9,2 persen untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024, menjadi sebesar 291914 rupiah per kapita per bulan. Meskipun mengalami penurunan pada kategori ini, wilayah ini mencatatkan lonjakan sangat tinggi untuk pengeluaran bukan makanan yaitu tumbuh sebesar 43,4 persen menjadi 893134 rupiah per kapita per bulan. Peringkat total pengeluaran seluruh barang dan jasa Kota Lhokseumawe tetap bertahan di urutan ketiga se-provinsi Aceh.
Semua data yang disajikan merupakan hasil olahan data Survei Sosial Ekonomi Nasional yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik untuk periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2024.