Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Purwakarta menunjukkan fluktuasi selama beberapa tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2024 adalah Rp141.602 per kapita per bulan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini memutus tren positif yang sempat terjadi dalam beberapa tahun. Pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Purwakarta terjadi pada tahun 2023, mencapai Rp168.795 per kapita per bulan. Namun, angka ini kemudian mengalami koreksi pada tahun 2024. Meskipun demikian, pengeluaran tahun 2024 masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp95.015.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2024)
Jika dibandingkan dengan total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp2.395.40, pengeluaran untuk rokok dan tembakau masih menjadi bagian signifikan dari anggaran rumah tangga di Kabupaten Purwakarta. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau juga lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan yang hanya Rp41.793 per kapita per bulan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Kepulauan Seribu 2018 - 2024)
Dalam skala provinsi Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta berada di peringkat ke-13 dalam hal besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau. Sementara secara nasional, Kabupaten Purwakarta menempati peringkat ke-189. Kota Bekasi menempati urutan pertama di Jawa Barat dengan pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar Rp196.516, diikuti oleh Kota Bandung dan Kabupaten Subang.
Beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Barat menunjukkan nilai pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Purwakarta. Kota Bekasi misalnya, mencatatkan pengeluaran sebesar Rp196.516 dengan pertumbuhan 22,3 persen. Kota Bandung memiliki pengeluaran Rp178.884 dengan pertumbuhan 10,8 persen, dan Kabupaten Subang mencatatkan Rp172.481 dengan pertumbuhan 11,1 persen. Kabupaten Karawang memiliki nilai pengeluaran Rp167.922 dengan pertumbuhan 7,3 persen, sementara Kabupaten Indramayu justru mengalami penurunan turun 1,2 persen dengan nilai Rp167.146.
Kota Bekasi
Kota Bekasi mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp1.908.316 pada tahun 2024, meningkat signifikan sebesar 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menempatkan Kota Bekasi pada peringkat pertama se-Jawa Barat dalam kategori ini. Sementara rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp1.224.388, menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 21,3 persen.
Kota Depok
Kota Depok menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp1.674.594 pada tahun 2024, meningkat 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini menduduki peringkat kedua se-Jawa Barat untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Depok mencapai Rp1.148.659, mengalami pertumbuhan sebesar 9 persen.
Kota Bogor
Kota Bogor mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp1.561.420 pada tahun 2024, mengalami lonjakan signifikan sebesar 50,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini membawa Kota Bogor ke peringkat ketiga se-Jawa Barat. Sementara pengeluaran untuk makanan mencapai Rp909.166 per kapita per bulan.
Kota Bandung
Kota Bandung memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp1.382.176 pada tahun 2024, meningkat 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini berada di peringkat keempat se-Jawa Barat dalam kategori ini. Pengeluaran untuk makanan di Kota Bandung mencapai Rp996.064, menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,7 persen.