Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Metro pada Desember 2025, berkurang 0,16% menjadi 3,55% dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Banyuwangi Bulan Mei Naik 0,04%)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2018 sebesar 5,79% dan terendah pernah tercatat pada 2025 silam sebesar 3,55%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Tapanuli Utara 1,1%)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 296 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2%.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kota Metro dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 90.899 pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 93.584 pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 94.589 pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Metro dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 87.629 pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 90.116 pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 91.564 pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Metro tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,88 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,86 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Lampung pada 2025 yakni :
- Kota Bandar Lampung 7,56%
- Kabupaten Lampung Utara 5,78%
- Kabupaten Lampung Selatan 4,67%
- Kabupaten Pringsewu 4,65%
- Kabupaten Pesawaran 4,17%
- Kabupaten Tulang Bawang Barat 3,71%
- Kota Metro 3,55%
- Kabupaten Way Kanan 3,51%
- Kabupaten Tanggamus 3,44%
- Kabupaten Pesisir Barat 3,27%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Lampung Barat 2,11%
- Kabupaten Mesuji 2,68%
- Kabupaten Lampung Timur 3,18%
- Kabupaten Tulang Bawang 3,19%
- Kabupaten Lampung Tengah 3,27%
- Kabupaten Pesisir Barat 3,27%
- Kabupaten Tanggamus 3,44%
- Kabupaten Way Kanan 3,51%
- Kota Metro 3,55%
- Kabupaten Tulang Bawang Barat 3,71%