PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Bahrain 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 15/02/2026 12:46 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Bahrain 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa PDB Paritas Daya Beli (PPP) atau Implied PPP Conversion Rate Bahrain pada tahun 2024 tercatat sebesar 0,17 unit, sama dengan nilai pada tahun 2023. Dalam tiga tahun terakhir (2021-2023), nilai ini mengalami penurunan dari 0,19 unit pada 2021 dan 2022 menjadi 0,17 unit pada 2023, kemudian stagnan pada 2024. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (sekitar 0,183 unit), nilai 2024 lebih rendah sebesar 0,013 unit, sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023, sebesar 0,18 unit), nilai 2024 juga berada di bawah rata-rata tersebut. Pertumbuhan PDB PPP tahunan pada 2024 turun 3,49%, yang berarti terjadi penurunan nilai konversi PPP dibanding tahun sebelumnya.

(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Tanah Laut | 2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Bahrain terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Selama 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai tertinggi PDB PPP Bahrain dicapai pada tahun 2017 dan 2018 sebesar 0,19 unit, sedangkan nilai terendah dicapai pada tahun 2020, 2023, dan 2024 sebesar 0,17 unit. Nilai ini menunjukkan pola fluktuatif yang jelas: dari 2015 hingga 2018 nilai meningkat secara bertahap dari 0,18 menjadi 0,19, kemudian menurun ke 0,18 pada 2019, jatuh ke 0,17 pada 2020, kembali naik ke 0,19 pada 2021 dan 2022, lalu turun lagi ke 0,17 pada 2023 dan 2024. Tidak ada anomali yang signifikan dalam 10 tahun ini, karena setiap perubahan nilai diikuti oleh pemulihan atau penurunan yang sesuai dengan tren periode sebelumnya.

Secara peringkat regional di Timur Tengah, Bahrain tetap berada di peringkat ke-12 pada tahun 2024, sama seperti pada tahun 2023, 2022, 2021, dan 2020. Peringkat ini tidak mengalami perbaikan sejak tahun 2017, ketika Bahrain turun dari peringkat ke-11 pada 2015 dan 2016 ke peringkat ke-12, dan tetap berada di posisi tersebut selama tujuh tahun berturut-turut.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brazil 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan bahwa nilai PDB PPP Bahrain akan terus menurun pada tahun 2025 menjadi 0,16 unit, dengan pertumbuhan negatif sebesar 3,61% (kontraksi) dibanding tahun 2024. Kontraksi ini berarti daya beli relatif mata uang Bahrain terhadap mata uang internasional akan berkurang sebesar 3,61%, sehingga barang dan jasa di Bahrain akan menjadi lebih mahal jika diukur dengan standar internasional. Setelah tahun 2025, proyeksi menunjukkan bahwa nilai PDB PPP akan stagnan pada 0,158 unit hingga tahun 2030, tanpa ada tanda pemulihan ke tingkat sebelumnya.

Dibandingkan dengan negara lain di wilayah Timur Tengah, Bahrain berada di posisi terendah (peringkat ke-12) dalam hal nilai Implied PPP Conversion Rate. Nilai Bahrain (0,17 unit) lebih rendah dibandingkan Oman (0,187 unit) yang berada di peringkat ke-11, dan jauh lebih rendah dibandingkan negara dengan nilai tertinggi seperti Yaman (501,984 unit) dan Iran (118411,242 unit). Pada tahun terakhir, posisi Bahrain sebagai peringkat terendah di wilayah ini tidak berubah, tetap berada di bawah semua negara lain yang terdaftar dalam data IMF.

Data Populer

Loading...