Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Musi Rawas mencapai 187.139 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran tahun 2023 sebesar 150.068 Rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran antara tahun 2024 dan 2023 mencapai 37.071 Rupiah per kapita per bulan, menjadi kenaikan tertinggi dalam periode 7 tahun terakhir.
(Baca: Penduduk Kabupaten Kota Waringin Barat Menghabiskan Rp120 per Kapita per Minggu untuk Membeli Nangka Muda)
Perkembangan pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Musi Rawas dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan pola naik turun. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 120.895 Rupiah per kapita per bulan, lalu sedikit turun menjadi 120.444 Rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran kembali sedikit turun menjadi 118.687 Rupiah sebelum naik menjadi 124.687 Rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022 mencatat kenaikan paling signifikan sebesar 26,7 persen menjadi 157.924 Rupiah, sebelum sedikit turun menjadi 150.068 Rupiah pada tahun 2023 dan kembali naik dengan pertumbuhan 24,7 persen pada tahun 2024.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Musi Rawas menempati urutan ke-10 dalam pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di antara kabupaten/kota seprovinsi Sumatera Selatan pada tahun 2024, dan urutan ke-372 se-Indonesia. Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota teratas di provinsi, Kota Palembang menduduki posisi pertama dengan pengeluaran 357.048 Rupiah per kapita per bulan dan pertumbuhan 8 persen, diikuti Kabupaten Banyuasin (223.788 Rupiah, 5,9 persen), Kota Lubuk Linggau (216.356 Rupiah, -11 persen), Kota Prabumulih (215.232 Rupiah, -8 persen), dan Kabupaten Lahat (209.159 Rupiah, -3 persen). Pertumbuhan pengeluaran Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan lima kabupaten/kota teratas tersebut.
Data pendukung menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat Kabupaten Musi Rawas untuk aneka barang dan jasa terbagi ke dalam beberapa kategori, dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau sebesar 128.185 Rupiah, makanan jadi sebesar 158.120 Rupiah, sabun mandi sebesar 46.620 Rupiah, perawatan sebesar 42.665 Rupiah, dan kecantikan sebesar 18.798 Rupiah. Pada tahun 2024, total pengeluaran masyarakat untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.141.358 Rupiah per kapita per bulan, sehingga pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 16,4 persen dari total pengeluaran tersebut.
Rata-rata pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Musi Rawas selama periode 2018 hingga 2024 sebesar sekitar 140.000 Rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran tahun 2024 (187.139 Rupiah) lebih tinggi dari rata-rata tersebut, menunjukkan bahwa kondisi pengeluaran masyarakat pada tahun ini lebih baik dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kota Probolinggo 2018 - 2024)
Kota Palembang
Kota Palembang menduduki posisi pertama dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan dengan nilai 861.308 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Palembang memiliki nilai 1.676.313 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, yang sedikit turun sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kota Palembang sebesar 815.005 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ini membuat Kota Palembang tetap menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi Sumatera Selatan.
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin berada di posisi kedua dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan dengan nilai 629.974 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan yang signifikan sebesar 23,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini sebesar 1.402.383 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 3,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Musi Banyuasin sebesar 772.408 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 25,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi pertumbuhan tertinggi di antara kategori pengeluaran makanan di provinsi.
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Banyuasin menduduki posisi ketiga dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan dengan nilai 523.918 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan yang hampir stagnan sebesar 0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini sebesar 1.296.187 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, yang sedikit turun sebesar 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Banyuasin sebesar 772.269 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pengeluaran makanan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat berada di posisi keempat dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan dengan nilai 558.761 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini sebesar 1.312.608 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, yang sedikit turun sebesar 14 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Lahat sebesar 753.848 Rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan kenaikan yang signifikan meskipun total pengeluaran sedikit turun.