Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Wonogiri tahun 2024 sebesar 173.787 Rupiah, turun sedikit 0,3% dari tahun sebelumnya sebesar 174.259 Rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 80% dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 216.660 Rupiah. Di tingkat provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonogiri berada di urutan ke-30 dari 35 kabupaten/kota, di pulau Jawa urutan ke-102, dan di seluruh Indonesia urutan ke-293.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Banjarnegara)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Wonogiri mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 165.359 Rupiah, turun ke 144.176 Rupiah pada tahun 2019, naik sedikit ke 145.217 Rupiah pada tahun 2020, turun ke 126.213 Rupiah pada tahun 2021, naik ke 147.142 Rupiah pada tahun 2022, naik ke 174.259 Rupiah pada tahun 2023, dan turun sedikit ke 173.787 Rupiah pada tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023, dan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2021.
Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi selama tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar sekitar 165.063 Rupiah per kapita sebulan, yang lebih tinggi dari rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar sekitar 147.401 Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran masyarakat Wonogiri untuk makanan jadi dalam tiga tahun terakhir lebih baik dibandingkan lima tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan jadi juga lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (31.624 Rupiah) dan perawatan (38.319 Rupiah), tetapi lebih kecil dari pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 100.329 Rupiah.
Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, pengeluaran masyarakat Kabupaten Wonogiri untuk makanan jadi masih lebih rendah. Kota Semarang memiliki pengeluaran tertinggi di tahun 2024 sebesar 358.183 Rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 37,1% dari tahun sebelumnya, berada di urutan ke-1. Kota Tegal berada di urutan ke-2 dengan pengeluaran 350.104 Rupiah, turun sedikit 14,4% dari tahun sebelumnya. Kota Pekalongan di urutan ke-3 dengan pengeluaran 341.983 Rupiah, naik sedikit 0,9%. Kota Surakarta di urutan ke-4 dengan pengeluaran 314.411 Rupiah, turun sedikit 3,8%. Kabupaten Kudus di urutan ke-5 dengan pengeluaran 289.941 Rupiah, naik 25% dari tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Halmahera Tengah Menurut Sektor pada 2024)
Kota Semarang
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Semarang tahun 2024 sebesar 914.785 Rupiah, naik 14,7% dari tahun sebelumnya sebesar 797.667 Rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1.322.997 Rupiah, naik 12,6% dari tahun sebelumnya sebesar 1.175.466 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 2.237.782 Rupiah, naik 14,3% dari tahun sebelumnya. Kota Semarang berada di urutan ke-1 untuk pengeluaran makanan, urutan ke-1 untuk bukan makanan, dan urutan ke-1 untuk total pengeluaran di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Tengah, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Semarang memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi tersebut.
Kota Salatiga
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Salatiga tahun 2024 sebesar 811.317 Rupiah, turun sedikit 5,5% dari tahun sebelumnya sebesar 858.301 Rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1.315.195 Rupiah, turun 14,4% dari tahun sebelumnya sebesar 1.536.477 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 2.126.512 Rupiah, turun 10,9% dari tahun sebelumnya. Kota Salatiga berada di urutan ke-2 untuk pengeluaran makanan, urutan ke-2 untuk bukan makanan, dan urutan ke-2 untuk total pengeluaran di Jawa Tengah, meskipun mengalami penurunan, posisinya masih tetap tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi.
Kota Surakarta
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Surakarta tahun 2024 sebesar 759.788 Rupiah, turun sedikit 0,9% dari tahun sebelumnya sebesar 766.971 Rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 942.391 Rupiah, turun 3,7% dari tahun sebelumnya sebesar 978.670 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 1.702.178 Rupiah, turun 12,4% dari tahun sebelumnya. Kota Surakarta berada di urutan ke-3 untuk pengeluaran makanan, urutan ke-4 untuk bukan makanan, dan urutan ke-3 untuk total pengeluaran di Jawa Tengah, menunjukkan bahwa meskipun mengalami penurunan, pengeluaran masyarakat di wilayah ini masih cukup besar dibandingkan sebagian besar kabupaten/kota di provinsi.
Kabupaten Klaten
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Klaten tahun 2024 sebesar 611.156 Rupiah, naik 16,4% dari tahun sebelumnya sebesar 525.021 Rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 861.242 Rupiah, naik 56,7% dari tahun sebelumnya sebesar 549.707 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 1.472.398 Rupiah, naik 12,3% dari tahun sebelumnya. Kabupaten Klaten berada di urutan ke-22 untuk pengeluaran makanan, urutan ke-5 untuk bukan makanan, dan urutan ke-8 untuk total pengeluaran di Jawa Tengah, menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.