Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Bangli pada tahun 2024 mencapai 63002 Rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 12,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya mencatat angka 72165 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran tercatat mengalami kenaikan berturut-turut selama lima tahun, sebelum akhirnya mencatat penurunan di tahun terakhir.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Barito Timur | 2024)
Sepanjang tujuh tahun periode pengamatan, pengeluaran perawatan kulit masyarakat Kabupaten Bangli tercatat mulai dari 34842 Rupiah pada tahun 2018. Kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 41,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2023 menjadi tahun dengan catatan pengeluaran tertinggi selama periode pengamatan, sebelum terjadi penurunan pada tahun 2024. Secara kumulatif dalam lima tahun terakhir, pengeluaran ini masih mencatat kenaikan total sebesar 54,9 persen.
Pengeluaran untuk perawatan kulit ini menyumbang sekitar 22,6 persen dari total pengeluaran kecantikan bulanan masyarakat, dan sekitar 4,1 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita. Apabila dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran perawatan kulit setara dengan 27,7 persen dari pengeluaran makanan jadi bulanan masyarakat Kabupaten Bangli. Nilai ini juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran bulanan untuk sabun mandi yang mencapai 70060 Rupiah per kapita.
Di tingkat provinsi Bali, Kabupaten Bangli menempati urutan kelima dari sembilan kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Urutan di atas Kabupaten Bangli berturut-turut adalah Kota Denpasar dengan 143765 Rupiah, Kabupaten Badung 135907 Rupiah, Kabupaten Tabanan 83606 Rupiah dan Kabupaten Gianyar 77552 Rupiah. Posisi ranking Kabupaten Bangli ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Kota Denpasar
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Denpasar tetap menempati urutan pertama seluruh wilayah Bali untuk pengeluaran per kapita bukan makanan pada tahun 2024 dengan nilai 1639727 Rupiah per bulan, mengalami kenaikan 31,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Denpasar juga tetap di peringkat pertama dengan nilai 2621625 Rupiah per bulan, atau tumbuh 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita Kota Denpasar berada di urutan kedua se-Bali dengan nilai 981898 Rupiah per bulan, tumbuh 34,4 persen tahun lalu.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2024)
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Badung menempati urutan kedua se-Bali untuk total pengeluaran per kapita bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 1502940 Rupiah per bulan, mengalami kenaikan 45,2 persen yang merupakan pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah lain di provinsi ini. Kabupaten Badung juga menempati urutan pertama untuk pengeluaran makanan per kapita dengan nilai 1081710 Rupiah per bulan, tumbuh 52,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini tetap berada di peringkat kedua dibawah Kota Denpasar.
Kabupaten Gianyar
Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Gianyar menempati urutan ketiga se-Bali untuk total pengeluaran bukan makanan per kapita tahun 2024 dengan nilai 1127702 Rupiah per bulan, hanya tumbuh sedikit sebesar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, wilayah ini juga tetap di peringkat ketiga meskipun mencatat penurunan sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2023. Pengeluaran makanan per kapita Kabupaten Gianyar tercatat 812384 Rupiah per bulan, tumbuh 27,1 persen dan berada di urutan ketiga seprovinsi.
Kabupaten Bangli
Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Bangli secara konsisten menempati urutan kelima dari sembilan wilayah di provinsi Bali untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Untuk pengeluaran bukan makanan per kapita tahun 2024 tercatat 746034 Rupiah per bulan, mengalami kenaikan 26,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara total pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan hampir tidak berubah, hanya tumbuh 0,1 persen pada tahun 2024. Pengeluaran makanan per kapita wilayah ini tercatat 785370 Rupiah per bulan, tumbuh 29,5 persen dan menempati urutan keempat se-Bali.