Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Sumenep tahun 2024 sebesar 241.636 per kapita/bulan. Nilai ini turun sebesar 33,5 persen dibanding tahun sebelumnya, dimana pada 2023 pengeluaran tersebut mencapai 363.440 per kapita/bulan. Dari tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran ini mengalami kenaikan setiap tahun kecuali 2020, dengan pengeluaran tertinggi terjadi di tahun 2023.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2015 - 2024)
Pengeluaran total masyarakat Kabupaten Sumenep tahun 2024 sebesar 1.530.461 per kapita/bulan, turun 15,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 897.200 per kapita/bulan, turun 10,3 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan sebesar 633.261 per kapita/bulan, naik 19,6 persen. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 15,8 persen dari total pengeluaran masyarakat tahun 2024.
Di provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sumenep menempati peringkat ke-19 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Peringkat ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, dimana pada 2023 kabupaten ini berada di posisi yang lebih tinggi. Di tingkat nasional, kabupaten ini berada di peringkat ke-229 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi di Jawa Timur tahun 2024 adalah Kota Surabaya (peringkat pertama, 723.548 per kapita/bulan, naik 18,9 persen), Kota Madiun (peringkat kedua, 444.047 per kapita/bulan, turun 14 persen), Kota Malang (peringkat ketiga, 419.184 per kapita/bulan, turun 15,3 persen), Kabupaten Situbondo (peringkat keempat, 418.514 per kapita/bulan, naik 67,6 persen), dan Kota Pasuruan (peringkat kelima, 407.139 per kapita/bulan, naik 6,1 persen). Semua wilayah ini memiliki nilai pengeluaran yang jauh lebih tinggi dibanding Kabupaten Sumenep.
Kota Surabaya
Kota Surabaya memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 1.061.445 Rupiah, naik 29,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan sebesar 1.541.006 Rupiah, naik 34 persen, sedangkan total pengeluaran masyarakat sebesar 2.602.451 Rupiah, turun 2,3 persen. Kota ini menempati peringkat pertama di Jawa Timur untuk ketiga indikator pengeluaran tersebut. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di kota ini juga menjadi tertinggi di provinsi, menunjukkan daya beli masyarakat yang lebih kuat dibanding wilayah lain di Jawa Timur.
(Baca: Tingkat Akses Rumah Tangga ke Jaringan Telepon Tetap Periode 2013-2024)
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 881.851 Rupiah, naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan sebesar 1.077.404 Rupiah, naik 14,7 persen, dan total pengeluaran masyarakat sebesar 1.959.255 Rupiah, turun 7 persen. Kabupaten ini menempati peringkat ketiga di Jawa Timur untuk total pengeluaran, peringkat keempat untuk pengeluaran makanan, dan peringkat keempat untuk pengeluaran bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran makanan dan bukan makanan yang konsisten menunjukkan bahwa daya beli masyarakat di kabupaten ini masih stabil meskipun total pengeluaran mengalami sedikit penurunan.
Kota Malang
Kota Malang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 738.690 Rupiah, naik 3,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan sebesar 1.216.228 Rupiah, naik 4,5 persen, dan total pengeluaran masyarakat sebesar 1.954.918 Rupiah, turun 10,8 persen. Kota ini menempati peringkat keempat di Jawa Timur untuk total pengeluaran, peringkat kesepuluh untuk pengeluaran makanan, dan peringkat kedua untuk pengeluaran bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran yang lambat untuk makanan dan bukan makanan menunjukkan bahwa masyarakat kota ini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 794.027 Rupiah, naik 39,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan sebesar 722.265 Rupiah, naik 37,2 persen, dan total pengeluaran masyarakat sebesar 1.516.292 Rupiah, naik 5,4 persen. Kabupaten ini menempati peringkat kesebelas di Jawa Timur untuk total pengeluaran, peringkat ketujuh untuk pengeluaran makanan, dan peringkat duabelas untuk pengeluaran bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran yang signifikan untuk makanan dan bukan makanan menunjukkan bahwa daya beli masyarakat di kabupaten ini mengalami kenaikan yang cukup besar dibanding tahun sebelumnya, bahkan menjadi satu-satunya kabupaten di lima besar peringkat total pengeluaran yang mengalami kenaikan total.