Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Intan Jaya untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024 sebesar 89216 rupiah per bulan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 68,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya tercatat mencapai 282925 rupiah per kapita per bulan. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar yang terjadi sepanjang periode pencatatan data sejak tahun 2018 di wilayah tersebut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2025)
Sepanjang tujuh tahun pencatatan, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Intan Jaya menunjukkan pergerakan naik turun yang tajam. Pada tahun 2018 tercatat 63579 rupiah, lalu turun sedikit pada tahun 2019 menjadi 53188 rupiah. Tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 102,5 persen menjadi 107689 rupiah, kemudian turun sedikit pada tahun 2021, naik sedikit pada tahun 2022, sebelum terjadi lonjakan sangat besar pada tahun 2023.
Besar pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024 setara dengan 27,7 persen dari rata-rata pengeluaran untuk makanan jadi, serta lebih tinggi dibandingkan pengeluaran bulanan per kapita untuk kecantikan yang hanya 7357 rupiah. Angka ini juga berada di atas rata-rata pengeluaran untuk perawatan, namun masih jauh di bawah total rata-rata pengeluaran seluruh barang dan jasa masyarakat yang mencapai 321647 rupiah per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan data perbandingan se-provinsi Papua Tengah, Kabupaten Intan Jaya menempati urutan ke empat dari delapan kabupaten yang tercatat untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Di atasnya secara berurutan terdapat Kabupaten Puncak Jaya dengan 229814 rupiah, Kabupaten Mimika 214697 rupiah, dan Kabupaten Nabire 171467 rupiah. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 446 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Terdapat anomali data pada tahun 2023 dimana pengeluaran rokok dan tembakau melonjak lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, sebelum kemudian turun sangat tajam pada tahun berikutnya. Lonjakan tahun 2023 ini menjadi nilai pengeluaran tertinggi yang pernah tercatat sepanjang periode data, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2019. Rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir masih 30 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun awal periode pencatatan.
Kabupaten Puncak Jaya
(Baca: Statistik Upah Minimum Provinsi Periode 2013-2026)
Kabupaten Puncak Jaya secara konsisten menempati peringkat pertama pengeluaran rokok dan tembakau se-provinsi Papua Tengah pada tahun 2024 dengan nilai 229814 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga menjadi pemilik pengeluaran total per kapita tertinggi untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan, mencapai 3275258 rupiah per bulan. Pada kategori pengeluaran makanan saja, wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya satu-satunya wilayah yang mengalami pertumbuhan dua digit untuk kategori ini.
Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika berada di urutan kedua se-provinsi untuk pengeluaran rokok dan tembakau dengan nilai 214697 rupiah, dan merupakan satu dari sedikit wilayah yang mencatat kenaikan pengeluaran kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat per kapita wilayah ini tercatat 2036080 rupiah per bulan, mengalami penurunan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini hanya mencatat kenaikan sedikit sebesar 1,7 persen pada tahun lalu.
Kabupaten Nabire
Pada urutan ketiga se-provinsi, Kabupaten Nabire mencatat pengeluaran rokok dan tembakau sebesar 171467 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan sedikit sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran seluruh barang dan jasa masyarakat wilayah ini tercatat 1906120 rupiah per bulan, mengalami kenaikan sebesar 5,2 persen dari tahun lalu. Wilayah ini juga menempati urutan ketiga untuk seluruh kategori pengeluaran utama yang dicatat oleh BPS pada tahun 2024.
Kabupaten Paniai
Kabupaten Paniai berada tepat di bawah Kabupaten Intan Jaya pada urutan kelima se-provinsi untuk pengeluaran rokok dan tembakau dengan nilai 81073 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 4,5 persen untuk kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat per kapita wilayah ini tercatat 960771 rupiah per bulan, mengalami penurunan sedikit sebesar 1,5 persen, dan menempati urutan terakhir dari seluruh kabupaten di Papua Tengah untuk kategori pengeluaran total.