Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Cirebon semester 2025. Persentase penduduk miskin saat ini berada di angka 8,66 persen, turun sebesar 0,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 28.120 jiwa, berkurang 1.050 jiwa dari periode 2024.
(Baca: 10,1% Penduduk di Kabupaten Tanggamus Masuk Kategori Miskin)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan Kota Cirebon pernah mencapai angka tertinggi 14,11 persen pada tahun 2008. Angka terendah tercatat pada 2005 dengan nilai 6,91 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008 sebesar 62,18 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2005 turun 8,11 persen.
Saat ini Kota Cirebon menempati urutan 264 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Selama 21 tahun data tercatat, peringkat nasional wilayah ini pernah bergeser sampai 123 posisi, dengan posisi terbaik berada di urutan 252 pada tahun 2008 dan posisi terburuk di urutan 386 tahun 2005.
Kabupaten Ciamis
Berada di peringkat 319 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,19 persen dengan penurunan sedikit sebesar 2,71 persen tahun lalu. Terdapat 88.720 jiwa penduduk miskin, dengan garis kemiskinan sebesar 483,64 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,79 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,16 persen.
Kabupaten Garut
Memiliki persentase kemiskinan 9,39 persen dan menempati urutan 239 nasional, wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 3,00 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 252.560 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibanding seluruh wilayah pembanding. Garis kemiskinan berada di angka 407,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 31,28 juta rupiah per tahun.
(Baca: PDRB Pengeluaran Perubahan Inventori di Papua | 2025)
Kabupaten Pangandaran
Peringkat 287 nasional untuk indikator kemiskinan, angka persentase wilayah ini tercatat 8,03 persen dengan penurunan sebesar 8,23 persen menjadi penurunan terbesar diantara seluruh wilayah pembanding. Terdapat 33.090 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 486,28 ribu rupiah per kapita per bulan dan pendapatan per kapita masyarakat 38,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Purwakarta
Berada di urutan 293 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 7,87 persen dengan penurunan tahunan sebesar 6,42 persen. Terdapat 76.510 jiwa penduduk miskin, dengan pendapatan per kapita mencapai 89,21 juta rupiah per tahun menjadi nilai tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding. Garis kemiskinan tercatat 483,96 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Subang
Menempati peringkat 242 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 9,23 persen dengan penurunan tahunan sebesar 2,74 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 148.990 jiwa, garis kemiskinan 449,18 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 34,95 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan sebesar 5,81 persen.
Kabupaten Sumedang
Berada di urutan 254 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 8,81 persen dengan penurunan tahunan sebesar 3,19 persen. Terdapat 105.820 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 436,49 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 42,65 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,44 persen.