Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data PDRB Pengeluaran Perubahan Inventori Provinsi Papua harga konstan 2010 sampai akhir tahun 2025. Pada tahun 2025, nilai indikator ini tercatat turun 72,96 Rp juta, mengalami penurunan sebesar 446,88 Rp juta dibandingkan tahun 2024. Selama periode 16 tahun pengamatan, data menunjukkan tren kenaikan linear secara umum meskipun terdapat fluktuasi sangat tajam antar tahun, dengan 12 kali periode penurunan dan hanya 3 kali periode kenaikan nilai sepanjang catatan.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA11 Kota Depok | 2025)
Kenaikan nilai tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2023 dengan penambahan nilai sebesar 7907,19 Rp juta dibanding tahun sebelumnya, menjadi anomali tertinggi dari seluruh periode data. Sementara penurunan terendah tercatat pada tahun 2010 dengan nilai negatif turun 3101,73 Rp juta. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat -265,71 persen, kondisi ini secara signifikan lebih buruk dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat -293,68 persen. Posisi nilai tahun 2025 berada di bawah rata-rata keseluruhan periode.
Pada tahun 2025, Provinsi Papua menempati peringkat 1 terbaik di wilayah Pulau Papua untuk indikator ini, sementara secara nasional menempati urutan ke 31 dari seluruh provinsi di Indonesia. Dalam perbandingan antar provinsi, nilai PDRB Perubahan Inventori Papua tahun 2025 lebih tinggi dibanding Papua Barat yang mencatatkan nilai -829,38 Rp juta dan menempati urutan ke 33 secara nasional. Selama 5 tahun terakhir, peringkat Papua di tingkat pulau mengalami peningkatan dari posisi 2 menjadi peringkat teratas sejak tahun 2023.
Kep. Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat 28 secara nasional untuk indikator PDRB Perubahan Inventori tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat 29,15 Rp juta. Nilai ini mengalami perubahan turun 10,11 Rp juta dibanding tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tercatat -388,33 persen. Di wilayah Pulau Sumatera, provinsi ini menempati urutan ke 8, dengan selisih nilai mencapai 39,26 Rp juta dibandingkan nilai dua tahun sebelumnya. Nilai indikator di wilayah ini secara konsisten berada di atas rata-rata nasional untuk 3 periode terakhir.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara mencatatkan nilai PDRB Perubahan Inventori tahun 2025 sebesar 7,12 Rp juta, menempati peringkat 29 secara nasional dan urutan ke 6 di wilayah Pulau Sulawesi. Perubahan nilai dibanding tahun sebelumnya tercatat sebesar 7,78 Rp juta, dengan pertumbuhan persentase turun 8,48 persen. Besar selisih nilai dibanding periode dua tahun lalu hanya tercatat -0,66 Rp juta, menunjukkan pergerakan nilai yang relatif stabil dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia untuk indikator ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sragen | 2004 - 2025)
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat 30 secara nasional dengan nilai akhir indikator tercatat -2,86 Rp juta pada tahun 2025. Perubahan nilai dibanding tahun sebelumnya mencapai 3,75 Rp juta, dengan pertumbuhan persentase tercatat -176,27 persen. Di wilayah Pulau Sumatera provinsi ini berada di urutan ke 9, dengan selisih nilai turun 6,61 Rp juta dibandingkan catatan dua tahun sebelumnya. Nilai indikator di wilayah ini mengalami sedikit penurunan selama dua periode berturut-turut sebelum tahun 2025.
Sumatera Barat
Sumatera Barat mencatatkan nilai PDRB Perubahan Inventori tahun 2025 turun 210,78 Rp juta, menempati peringkat 32 secara nasional dan urutan ke 10 di wilayah Pulau Sumatera. Perubahan nilai dibanding tahun sebelumnya tercatat -190,86 Rp juta, dengan pertumbuhan persentase mencapai 10,44 persen. Besar selisih nilai dibanding periode dua tahun lalu tercatat -19,92 Rp juta, menjadikan provinsi ini salah satu wilayah di Sumatera yang mengalami pergerakan nilai negatif paling besar pada tahun 2025.
Papua Barat
Papua Barat mencatatkan nilai indikator turun 829,38 Rp juta pada tahun 2025, menempati peringkat ke 2 di wilayah Pulau Papua dan urutan 33 secara nasional. Perubahan nilai dibanding tahun sebelumnya mencapai 366,13 Rp juta, dengan pertumbuhan persentase tercatat -326,53 persen. Besar selisih nilai dibandingkan catatan dua tahun sebelumnya turun 1195,51 Rp juta, menjadikan provinsi ini mengalami penurunan nilai paling tajam kedua secara nasional untuk indikator ini pada tahun 2025.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai PDRB Perubahan Inventori tahun 2025 turun 1052,34 Rp juta, menjadi nilai terendah secara nasional dan menempati peringkat 34. Di wilayah Nusa Tenggara dan Bali provinsi ini berada di urutan ke 3, dengan perubahan nilai dibanding tahun sebelumnya mencapai 523,39 Rp juta dan pertumbuhan persentase tercatat -301,06 persen. Selisih nilai dibanding periode dua tahun lalu turun 1575,73 Rp juta, merupakan penurunan nilai paling tajam di seluruh Indonesia untuk tahun 2025.