Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Sragen semester tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 11,22 persen, turun 9,59 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 100.080 jiwa, berkurang sebanyak 10.570 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk yang Menggunakan HP Periode 2019-2024)
Dari catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 dengan angka 26,06 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Sepanjang periode tersebut, penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi tahun 2020 sebesar 4,61 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Sragen berada di angka 12,17 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 12,79 persen. Peringkat persentase kemiskinan secara nasional saat ini berada di urutan 164 dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Kabupaten Banjarnegara
Berada di peringkat 117 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 13,28 persen dengan penurunan 9,72 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 124.660 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 424,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan sebesar 29,37 juta rupiah.
Kabupaten Banyumas
Peringkat 168 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,15 persen dengan penurunan 6,69 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 194.870 jiwa, menjadi yang terbesar diantara kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan sebesar 529,31 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan tahunan per kapita 42,78 juta rupiah.
(Baca: 14,84% Penduduk di Kabupaten Buru Selatan Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Demak
Menempati peringkat 179 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,87 persen dengan penurunan 8,58 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin berada di angka 131.470 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 569,04 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan tahunan per kapita masyarakat tercatat 30,65 juta rupiah.
Kabupaten Klaten
Pada urutan 173 peringkat nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,00 persen dengan penurunan 8,64 persen pada periode pelaporan terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 129.680 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 533,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan tahunan per kapita mencapai 44,92 juta rupiah.
Kabupaten Purbalingga
Menempati posisi 136 peringkat nasional, persentase kemiskinan sebesar 12,55 persen dengan penurunan 10,91 persen menjadi penurunan terbesar diantara seluruh kabupaten perbandingan. Jumlah penduduk miskin tercatat 121.800 jiwa. Garis kemiskinan 491,09 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan tahunan per kapita 34,43 juta rupiah.
Kabupaten Rembang
Berada di peringkat 122 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 13,01 persen dengan penurunan 7,20 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 85.320 jiwa, merupakan angka terkecil diantara kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan 550,27 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan tahunan per kapita 41,35 juta rupiah.