- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2024 jumlah sekolah SMA di Provinsi DKI Jakarta mencapai 504 unit. Berdasarkan data historis 7 tahun terakhir, angka ini menunjukkan penambahan sebanyak 8 unit dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 496 unit. Selama periode 2018 hingga 2024, jumlah sekolah SMA di Ibu Kota sempat mengalami stagnasi pada tahun 2020 dan 2021 di angka 489 unit, sebelum kembali menunjukkan tren peningkatan secara bertahap hingga tahun terakhir.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum bukan Lapangan Usaha bukan Lapangan Usaha Lainnya Periode 2015-2026)
Dari total 504 unit sekolah SMA yang tercatat pada 2024, sebanyak 117 unit merupakan SMA Negeri sedangkan 387 unit merupakan SMA Swasta. Jumlah SMA Negeri tidak mengalami perubahan sama sekali dibandingkan tahun 2023, sedangkan SMA Swasta mengalami penambahan 8 unit atau tumbuh 2,1 persen. Secara proporsi, 76,8 persen seluruh sekolah SMA di DKI Jakarta merupakan milik swasta, sedangkan hanya 23,2 persen yang merupakan sekolah negeri.
Berdasarkan data historis penduduk usia sekolah 16-18 tahun, pada tahun 2023 DKI Jakarta memiliki 433.410 jiwa pada kelompok usia tersebut. Angka ini meningkat sekitar 18.000 jiwa dibandingkan tahun 2020. Secara nasional, DKI Jakarta secara konsisten menempati urutan ke-8 jumlah penduduk usia sekolah SMA sejak tahun 2020 hingga saat ini.
(Baca: Desember 2024, Rata - Rata Upah di Sumatera Selatan Rp.17.725 per Jam)
Pada tahun 2024, total jumlah guru SMA di DKI Jakarta tercatat sebanyak 12.114 orang, mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen dibandingkan tahun 2023. Terdapat tren yang berlawanan antara tenaga pendidik negeri dan swasta: jumlah kepala sekolah serta guru SMA Negeri mengalami penurunan 2,6 persen, sedangkan tenaga pendidik SMA Swasta justru meningkat sebesar 3 persen pada periode yang sama.
Data tambahan juga menunjukkan jumlah siswa SMA di DKI Jakarta pada 2024 tercatat 190.143 orang, mengalami penurunan tipis sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah siswa SMA Negeri hampir stagnan dengan pertumbuhan 0,1 persen, jumlah siswa pada sekolah swasta justru mengalami penurunan sebesar 2 persen di tahun yang sama.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | -0.30 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |