- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Aljazair pada 2024 sebesar 43.13 unit, menunjukkan penurunan kecil dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 43.3 unit. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai ini mengalami tren penurunan setelah mencapai puncak pada 2022 (44.47 unit). Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (sekitar 43.63 unit), nilai 2024 berada di bawah rata-rata tersebut, namun masih di atas rata-rata lima tahun terakhir (sekitar 41.42 unit), menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik dibandingkan periode 2020-2023 secara keseluruhan.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Chili 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Aljazair terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Aljazair menunjukkan fluktuatif: turun sedikit dari 2015 (36.37) ke 2016 (36.34), naik bertahap hingga 2018 (38.88), turun pada 2019 dan 2020, lalu naik tajam pada 2022 sebelum turun kembali di 2023 dan 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada 2022 dengan pertumbuhan 14.73% dari tahun sebelumnya, sementara penurunan terendah terjadi pada 2019 dengan penurunan 1.26% dari 2018. Tidak ada anomali signifikan dalam periode ini, kecuali lonjakan tajam pada 2022 yang menjadi titik tertinggi dalam dekade tersebut.
Secara peringkat regional di Afrika, Aljazair menurun dari peringkat 28 pada tahun 2023 ke peringkat 29 pada tahun 2024. Negara dengan peringkat terendah di wilayah ini adalah Somalia pada peringkat 50 dengan nilai PDB PPP sebesar 0.399 unit, yang jauh lebih rendah dibandingkan nilai Aljazair pada 2024. Peringkat Aljazair yang berada di tengah-tengah daftar menunjukkan posisi ekonomi yang lebih kuat dibandingkan negara-negara terendah, namun masih perlu perbaikan untuk meningkatkan peringkatnya kembali.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Rejang Lebong 2018 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Aljazair pada 2025 akan turun menjadi 42.485 unit, yang merupakan kontraksi sebesar 1.5% dari nilai 2024. Kontraksi di sini berarti nilai konversi paritas daya beli akan menyusut, menunjukkan sedikit penurunan daya beli relatif Aljazair dibandingkan mata uang internasional. Setelah tahun 2025, proyeksi menunjukkan pertumbuhan bertahap: 0.68% pada 2026, 2.19% pada 2027, dan terus meningkat hingga 2030, yang menunjukkan harapan pemulihan ekonomi setelah kontraksi singkat pada 2025.
Dibandingkan dengan negara lain di Afrika, nilai PDB PPP Aljazair (43.13 unit) adalah lebih dari 108 kali lipat dari nilai terendah Somalia (0.399 unit). Pada tahun 2023, Aljazair berada di peringkat 28, namun turun satu peringkat ke 29 pada 2024, menunjukkan bahwa beberapa negara lain di wilayah ini mengalami peningkatan nilai PDB PPP yang lebih signifikan dibandingkan Aljazair dalam satu tahun terakhir.