Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Transportasi dan Pergudangan Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan untuk tahun 2025 sebesar 316,54 Rp juta. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, nilai sektor ini mencatatkan tren turun secara keseluruhan dengan penurunan total mencapai 50,99% atau rata-rata penurunan 4,64% setiap tahun. Nilai tertinggi pernah dicapai pada tahun 2016 sebesar 771,74 Rp juta, sebelum terjadi anomali penurunan drastis sebesar 74,36% pada tahun 2017 yang menjadikan nilai sektor ini berada di titik terendah sebesar 197,88 Rp juta.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw | 2010 - 2025)
Setelah anomali penurunan tahun 2017, sektor transportasi dan pergudangan di wilayah ini kembali mencatatkan pertumbuhan positif secara berkelanjutan. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 7,16%, sedikit dibawah rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 7,81%. Pada tahun 2025, pertumbuhan tahunan tercatat sebesar 5,81% dengan penambahan nilai sebesar 17,38 Rp juta dibandingkan tahun 2024.
Untuk peringkat di tingkat pulau Sulawesi, posisi Kabupaten Toraja Utara bertahan di urutan 25 selama lima tahun terakhir, tidak terjadi perubahan peringkat sejak tahun 2021. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan 263 pada tahun 2025, mengalami sedikit peningkatan peringkat satu tingkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi 264.
Secara fluktuatif, selama 16 periode pengamatan tercatat 11 kali terjadinya kenaikan nilai dan 4 kali penurunan nilai. Nilai tahun 2025 tercatat berada dibawah rata-rata keseluruhan periode sebesar 458,205 Rp juta. Meskipun tetap tumbuh positif dalam 5 tahun terakhir, nilai sektor ini belum kembali ke level sebelum penurunan drastis tahun 2017.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat menempati urutan 14 tingkat pulau dan urutan 260 nasional, menjadi wilayah dengan nilai PDRB sektor transportasi tertinggi dalam kelompok perbandingan dengan nilai tahun 2025 sebesar 325,22 Rp juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,39% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 7,59 Rp juta. Nilai PDRB sektor ini di Kabupaten Sumbawa Barat masih sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai Kabupaten Toraja Utara dengan selisih sebesar 8,68 Rp juta.
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan dari pulau Jawa menempati peringkat 112 tingkat pulau dan urutan 261 secara nasional. Nilai PDRB ADHK sektor transportasi dan pergudangan wilayah ini pada tahun terakhir tercatat sebesar 323,98 Rp juta, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,52% atau penambahan nilai sebesar 22,66 Rp juta. Pertumbuhan di wilayah ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan tahun 2025.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mamberamo Tengah | 2009 - 2025)
Kota Bima
Kota Bima yang terletak di wilayah Nusa Tenggara dan Bali menempati urutan 15 tingkat pulau serta peringkat 262 secara nasional. Nilai PDRB sektor ini di Kota Bima tercatat sebesar 322,99 Rp juta pada tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,29% dengan penambahan nilai sebesar 7,24 Rp juta. Nilai wilayah ini hanya terpaut 1 Rp juta dibawah nilai Kabupaten Pamekasan dan masih berada diatas nilai Kabupaten Toraja Utara.
Kabupaten Solok Selatan
Kabupaten Solok Selatan dari pulau Sumatera menempati peringkat 74 tingkat pulau dan urutan 264 secara nasional. Nilai PDRB sektor transportasi dan pergudangan wilayah ini tercatat sebesar 311,17 Rp juta pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,69% atau penambahan nilai sebesar 8,15 Rp juta. Nilai wilayah ini berada sedikit dibawah nilai Kabupaten Toraja Utara dengan selisih sebesar 5,37 Rp juta.
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau wilayah Kalimantan menempati urutan 29 tingkat pulau dan peringkat 265 secara nasional. Nilai PDRB ADHK sektor transportasi dan pergudangan di wilayah ini tercatat sebesar 308,66 Rp juta pada tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,83% dengan penambahan nilai sebesar 14,21 Rp juta. Pertumbuhan di wilayah ini termasuk diantara tiga tertinggi dalam kelompok perbandingan tahun berjalan.
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kabupaten Hulu Sungai Utara dari wilayah Kalimantan menempati peringkat 30 tingkat pulau dan urutan 266 secara nasional. Nilai PDRB sektor ini di wilayah ini tercatat sebesar 308,24 Rp juta pada tahun terakhir, mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,18% dengan penambahan nilai sebesar 17,94 Rp juta. Nilai wilayah ini menjadi yang terendah dalam kelompok perbandingan, berada sekitar 8,3 Rp juta dibawah nilai Kabupaten Toraja Utara tahun 2025.