Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata lama menginap tamu asing di hotel nonbintang Provinsi Jawa Barat pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 2,17 malam. Pada tahun ini, nilai mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,04 malam atau tumbuh 1,88 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode 2013 hingga 2025, data menunjukkan tren umum penurunan dengan rata-rata pertumbuhan tahunan turun 2,07 persen, dengan total perubahan nilai turun 22,22 persen sejak awal periode pengukuran.
(Baca: Harga Perak Turun Menuju Level US$64,89 /Troy Ons (Jumat, 19 Juni 2026))
Sepanjang riwayat data, terjadi fluktuasi nilai yang sangat tajam dimana kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 182,17 persen dan nilai mencapai 4,43 malam, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2023 dengan penurunan 60,50 persen. Nilai terendah seluruh periode terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,57 malam. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat negatif turun 12,30 persen, sementara rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir berada di angka positif 28,32 persen, yang menunjukkan kinerja 5 tahun terakhir secara akumulasi masih lebih baik dibandingkan 3 tahun terakhir.
Pada tahun 2025, Jawa Barat menempati peringkat pertama untuk kategori indikator ini di wilayah Pulau Jawa, mempertahankan posisi teratas yang telah diraih sejak tahun 2024. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 14 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai 2,17 malam yang dicatatkan tahun ini berada di bawah rata-rata seluruh periode sebesar 2,45 malam. Selama 13 tahun periode pengamatan, tercatat 6 kali periode mengalami kenaikan nilai dan 6 kali periode mengalami penurunan, tanpa ada periode yang stagnan.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan mencatatkan nilai rata-rata lama menginap tamu asing di hotel nonbintang sebesar 2,45 malam, menempati peringkat 11 secara nasional dan peringkat 3 di wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mengalami pertumbuhan sebesar 34,62 persen pada periode terakhir, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 0,63 malam dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai yang dicatatkan Sumatera Selatan lebih tinggi 12,9 persen dibandingkan nilai Jawa Barat pada tahun yang sama, dan menjadi satu-satunya provinsi dalam daftar perbandingan yang mencatatkan pertumbuhan diatas 30 persen pada periode terakhir.
Sumatera Utara
Sumatera Utara tercatat memiliki rata-rata lama menginap tamu asing sebesar 2,20 malam, berada di peringkat 12 secara nasional dan peringkat 4 di wilayah Pulau Sumatera. Pertumbuhan tahunan provinsi ini tercatat sebesar 6,80 persen dengan kenaikan nilai sebesar 0,14 malam dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ini hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai Jawa Barat, dengan selisih hanya 0,03 malam antar kedua provinsi pada tahun 2025.
(Baca: Harga Bawang Merah di Sulawesi Utara Rp.89.900 per Kg (Selasa, 16 Juni 2026))
Bengkulu
Bengkulu mencatatkan nilai indikator sebesar 2,19 malam, menempati posisi peringkat 13 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,79 persen atau setara dengan 0,04 malam dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai yang dicatatkan Bengkulu hampir setara dengan Jawa Barat, hanya berbeda 0,02 malam lebih tinggi, menjadikan kedua provinsi ini memiliki nilai yang hampir identik pada tahun pengukuran terakhir.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara memiliki rata-rata lama menginap tamu asing di hotel nonbintang sebesar 2,17 malam, bernilai persis sama dengan catatan Jawa Barat pada tahun 2025. Provinsi ini menempati peringkat 14 secara nasional, sama persis dengan posisi ranking Jawa Barat, dan berada di peringkat 2 di wilayah Pulau Sulawesi. Pada periode terakhir, Sulawesi Utara mencatatkan pertumbuhan sebesar 29,94 persen dengan kenaikan nilai sebesar 0,50 malam dibandingkan tahun sebelumnya.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan nilai indikator sebesar 2,15 malam, menempati peringkat 16 secara nasional dan peringkat 6 di wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 5,70 persen atau setara 0,13 malam dibandingkan periode sebelumnya. Nilai yang dicatatkan hanya sedikit lebih rendah dibandingkan Jawa Barat, dengan selisih sebesar 0,02 malam saja antar kedua wilayah pada tahun pengukuran terakhir.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat tercatat memiliki rata-rata lama menginap tamu asing sebesar 2,10 malam, menempati peringkat 17 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Provinsi ini mengalami penurunan sebesar 7,89 persen atau setara 0,18 malam dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini berada 0,07 malam lebih rendah dibandingkan catatan Jawa Barat pada periode pengukuran yang sama.