Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Buru tahun 2024 mencapai 29275 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,4 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 29378 rupiah. Selama tujuh tahun periode pengamatan sejak 2018, nilai pengeluaran kecantikan di wilayah ini bergerak dengan pola naik turun setiap tahun tanpa arah peningkatan konsisten dalam jangka panjang.
(Baca: Harga Bawang Merah di Sulawesi Utara Rp.89.900 per Kg (Selasa, 16 Juni 2026))
Nilai pengeluaran kecantikan ini hanya menyumbang sekitar 12,5 persen dari total pengeluaran perawatan masyarakat, 4,9 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa, dan 23 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi per kapita setiap bulannya. Jika dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau, nilai pengeluaran kecantikan di Kabupaten Buru hanya mencapai 18,7 persen dari total pengeluaran pos tersebut.
Sepanjang data tujuh tahun terakhir, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Buru mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2019 dengan nilai 34847 rupiah per kapita per bulan. Sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2020 sebesar 24308 rupiah, dimana terjadi penurunan sebesar 30,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan terbesar selama periode pengamatan. Kenaikan tertinggi juga terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan 26,8 persen setelah anjlok di tahun sebelumnya.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Maluku, Kabupaten Buru menempati urutan ke 6 dari 11 kabupaten dan kota yang ada untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Peringkat ini sama persis dengan posisi tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di atas Kabupaten Buru secara berturut-turut adalah Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Kepulauan Aru.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Lombok Barat Rp.26,51 Juta)
Kota Ambon mencatat pengeluaran kecantikan tahun 2024 sebesar 68253 rupiah, atau lebih dari dua kali lipat nilai pengeluaran Kabupaten Buru, dengan pertumbuhan naik 11,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Kota Tual mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 39,4 persen dengan nilai pengeluaran 53499 rupiah. Sementara Kabupaten Maluku Tenggara tumbuh 11,4 persen, Kabupaten Maluku Tengah tumbuh 21,3 persen, dan Kabupaten Kepulauan Aru naik sedikit sebesar 1,2 persen.
Kabupaten Buru
Untuk total pengeluaran per kapita seluruh kebutuhan, Kabupaten Buru menempati peringkat ketiga se-provinsi Maluku untuk kategori pengeluaran bukan makanan dengan nilai 558129 rupiah per bulan tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,8 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadikan Kabupaten Buru satu-satunya wilayah di urutan lima teratas yang mencatat penurunan untuk pos pengeluaran ini. Sementara untuk total pengeluaran makanan, wilayah ini juga berada di peringkat ketiga se-provinsi dengan nilai 657161 rupiah per bulan, tumbuh 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Buru tahun 2024 tercatat sebesar 1215290 rupiah per kapita per bulan, dengan penurunan sebesar 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat untuk total pengeluaran ini tetap bertahan di urutan ketiga se-provinsi Maluku, tepat di bawah Kota Ambon dan Kota Tual. Pertumbuhan pengeluaran makanan yang cukup tinggi ternyata tidak mampu menutupi penurunan besar pada pos pengeluaran bukan makanan masyarakat di wilayah ini selama satu tahun terakhir.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik untuk periode tahun 2018 sampai dengan 2024. Semua nilai dicatat berdasarkan pengeluaran riil per kapita yang dilaporkan masyarakat selama periode survei berlangsung di seluruh wilayah Kabupaten Buru.