BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Sumedang pada tahun 2024 sebesar 44.787 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 45.586 rupiah. Informasi ini berasal dari data Susenas yang diolah oleh BPS.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Slovenia 2015 - 2024)
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Sumedang mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2019, pengeluaran turun sedikit sebesar 6,2 persen dari tahun 2018, kemudian naik secara signifikan sebesar 41 persen pada tahun 2020. Tahun 2021 hingga 2022, pengeluaran terus naik dengan pertumbuhan sebesar 10,1 persen dan 13,6 persen, sebelum mencapai titik pengeluaran tertinggi pada tahun 2023. Tahun 2024, pengeluaran kembali turun sedikit dari posisi tertinggi tersebut.
Dibandingkan pengeluaran lain, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Sumedang hanya menyumbang sebagian kecil dari total pengeluaran per kapita sebulan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa adalah 200.692 rupiah, sedangkan untuk makanan jadi mencapai 270.257 rupiah. Pengeluaran untuk perawatan sendiri adalah 46.454 rupiah, yang sedikit lebih tinggi daripada pengeluaran kecantikan tahun 2024.
Berdasarkan data perbandingan, Kabupaten Sumedang menempati peringkat ke-8 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Barat untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024. Di pulau Jawa, kabupaten ini berada di peringkat ke-37, dan di seluruh Indonesia menempati peringkat ke-134. Peringkat ini menunjukkan bahwa pengeluaran kecantikan di Sumedang berada di tingkat menengah atas dibandingkan wilayah lain di provinsi.
Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat memiliki pengeluaran kecantikan yang lebih tinggi daripada Sumedang pada tahun 2024. Kota Bekasi memiliki pengeluaran tertinggi dengan 99.662 rupiah dan pertumbuhan sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya. Kota Sukabumi berada di peringkat kedua dengan 75.365 rupiah meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 17,7 persen. Kota Cimahi berada di peringkat ketiga dengan 71.954 rupiah dan pertumbuhan 8,2 persen, diikuti Kota Depok dengan 65.777 rupiah (penurunan 8 persen) dan Kota Bandung dengan 65.579 rupiah (penurunan 7,2 persen).
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Bengkulu 2018 - 2024)
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk barang dan jasa bukan makanan di Kabupaten Sumedang pada tahun 2024 sebesar 600.963 rupiah. Angka ini mengalami penurunan sedikit sebesar 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 646.673 rupiah. Di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Barat, Sumedang menempati peringkat ke-16 untuk kategori ini. Beberapa wilayah memiliki pengeluaran bukan makanan yang jauh lebih tinggi, seperti Kota Bekasi dengan 1.908.316 rupiah (pertumbuhan 22,4 persen) dan Kota Depok dengan 1.674.594 rupiah (pertumbuhan 12,8 persen). Pengeluaran bukan makanan di Sumedang juga lebih rendah daripada Kota Bogor yang mencapai 1.561.420 rupiah dengan pertumbuhan 50,1 persen dari tahun sebelumnya.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sumedang tahun 2024 adalah 1.366.491 rupiah. Angka ini turun sedikit sebesar 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.542.768 rupiah. Di provinsi Jawa Barat, Sumedang menempati peringkat ke-15 untuk kategori ini. Kota Bekasi memiliki pengeluaran tertinggi dengan 3.132.705 rupiah (pertumbuhan 9,4 persen), diikuti Kota Depok dengan 2.823.253 rupiah (pertumbuhan 3,6 persen) dan Kota Bogor dengan 2.470.586 rupiah (penurunan 15,5 persen). Pengeluaran total di Sumedang juga lebih rendah daripada Kota Bandung yang mencapai 2.378.240 rupiah dengan penurunan 14 persen dari tahun sebelumnya.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Sumedang tahun 2024 sebesar 765.528 rupiah. Angka ini naik sedikit sebesar 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 686.680 rupiah. Di provinsi Jawa Barat, Sumedang menempati peringkat ke-12 untuk kategori ini. Kota Bekasi memiliki pengeluaran makanan tertinggi dengan 1.224.388 rupiah (pertumbuhan 21,3 persen), diikuti Kota Depok dengan 1.148.659 rupiah (pertumbuhan 9 persen) dan Kota Bandung dengan 996.064 rupiah (pertumbuhan 17,7 persen). Pengeluaran makanan di Sumedang juga lebih tinggi daripada beberapa wilayah seperti Kabupaten Garut dengan 647.995 rupiah (pertumbuhan 24,1 persen) dan Kabupaten Tasikmalaya dengan 628.022 rupiah (pertumbuhan 6,7 persen).
Perbandingan Pengeluaran Kecantikan Antar Wilayah Jawa Barat
Pada tahun 2024, pengeluaran kecantikan di berbagai kabupaten/kota Jawa Barat menunjukkan variasi yang besar. Kota Bekasi menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi sebesar 99.662 rupiah, dengan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya. Sebaliknya, Kota Bogor mengalami penurunan yang cukup besar sebesar 54,3 persen, dari 99.720 rupiah tahun 2023 menjadi 45.600 rupiah tahun 2024. Kabupaten Sumedang berada di posisi ke-8 dengan pengeluaran 44.787 rupiah, yang hanya sedikit lebih rendah daripada Kota Tasikmalaya dengan 45.701 rupiah (pertumbuhan 3,7 persen). Beberapa kabupaten seperti Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 33,5 persen, dari 31.315 rupiah tahun 2023 menjadi 41.793 rupiah tahun 2024.