Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2024 mencapai 29309 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 14,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya tercatat sebesar 34365 rupiah. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, nilai pengeluaran perawatan kulit wilayah ini pernah mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2023, dan nilai terendah tercatat pada tahun 2021 sebesar 25250 rupiah per kapita per bulan.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Untuk tahun 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Wonosobo hanya menyumbang sekitar 19,7 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan hanya sebesar 3,1 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat wilayah ini. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran perawatan kulit hanya mencapai 15,8 persen dari pengeluaran makanan jadi warga Wonosobo setiap bulannya.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Sampit Bulan Mei Naik 1,33%)
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Wonosobo mengalami pergerakan naik turun secara konsisten. Setelah tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan sejak tahun 2018 hingga 2021, nilai pengeluaran ini kemudian naik selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023 sebelum akhirnya kembali turun pada tahun 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan penambahan nilai sebesar 23,1 persen dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo menempati urutan ke 35 dari seluruh 35 kabupaten dan kota di provinsi ini untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Posisi ini menjadi urutan paling bawah di seluruh wilayah Jawa Tengah. Lima wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi tahun 2024 secara berurutan adalah Kota Semarang 95594 rupiah, Kota Magelang 95520 rupiah, Kota Surakarta 88833 rupiah, Kota Tegal 83543 rupiah dan Kota Salatiga 79995 rupiah.
Badan Pusat Statistik juga mencatat data pengeluaran total per kapita masyarakat untuk seluruh kategori barang dan jasa. Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Wonosobo menempati urutan ke 35 di seluruh Jawa Tengah dengan nilai 444549 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Wonosobo juga menempati urutan paling bawah seprovinsi Jawa Tengah dengan nilai pengeluaran 535488 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Nilai ini hanya mengalami kenaikan sangat sedikit sebesar 0,1 persen dibandingkan tahun 2023. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat daya beli secara umum di wilayah ini berada di tingkat terendah dibandingkan seluruh wilayah lain di Jawa Tengah.
Secara nasional, Kabupaten Wonosobo menempati urutan ke 500 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Nilai pengeluaran perawatan kulit wilayah ini masih berada di bawah rata-rata pengeluaran sabun mandi per kapita yang tercatat mencapai 39117 rupiah per bulan.
Kota Semarang
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Haiti 2024)
Kota Semarang secara konsisten menempati urutan pertama di Provinsi Jawa Tengah untuk seluruh kategori pengeluaran termasuk perawatan kulit. Pada tahun 2024, pengeluaran perawatan kulit di kota ini mencapai 95594 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan naik sebesar 28,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran bukan makanan warga Kota Semarang mencapai 1322997 rupiah per bulan, sedangkan pengeluaran makanan tercatat 914785 rupiah per kapita. Posisi peringkat kota ini tidak berubah sejak tahun sebelumnya dan tetap menjadi wilayah dengan daya beli tertinggi di Jawa Tengah.
Kota Magelang
Kota Magelang menempati urutan kedua untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 95520 rupiah per kapita per bulan, hanya terpaut sangat sedikit dari Kota Semarang. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit naik sebesar 9,4 persen dari tahun 2023. Untuk pengeluaran total bukan makanan, Kota Magelang berada di urutan ketiga seprovinsi dengan nilai 980996 rupiah per kapita, sedangkan untuk kategori makanan menempati urutan ketiga belas. Pertumbuhan pengeluaran umum di wilayah ini tercatat stabil sepanjang dua tahun terakhir.
Kota Surakarta
Kota Surakarta mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 88833 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan naik sebesar 29,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini menjadi salah satu kenaikan tertinggi diantara seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk kategori perawatan kulit. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Surakarta menempati urutan ketiga seprovinsi Jawa Tengah dengan nilai total mencapai 1702178 rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu wilayah yang mengalami penurunan terbesar untuk pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2024, dengan penurunan sebesar 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pengeluaran perawatan kulit wilayah ini tercatat 32769 rupiah per kapita per bulan, hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Wonosobo. Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, Kabupaten Purbalingga menempati urutan ke 33 seprovinsi Jawa Tengah, dan juga mengalami penurunan daya beli untuk barang non pokok sepanjang tahun 2024.