Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2024 mencapai 249.806 Rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dalam periode 7 tahun terakhir, dengan selisih pengeluaran sebesar 39.794 Rupiah dibandingkan tahun 2023. Pengeluaran ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 244.436 Rupiah.
(Baca: Statistik Pengangguran Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan S2 Periode 2015-2024)
Dibandingkan kategori pengeluaran lain, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Dharmasraya lebih tinggi daripada pengeluaran untuk kecantikan (71.338 Rupiah), perawatan (48.151 Rupiah), dan sabun mandi (68.871 Rupiah), namun lebih rendah daripada pengeluaran untuk rokok dan tembakau (177.616 Rupiah). Pengeluaran ini juga menyumbang sebagian besar dari total pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari di wilayah ini.
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Dharmasraya mengalami fluktuasi. Tahun 2018 mencapai 192.476 Rupiah, naik sedikit sebesar 3,2 persen menjadi 198.725 Rupiah pada 2019, lalu turun sedikit sebesar 0,6 persen menjadi 197.610 Rupiah pada 2020. Tahun 2021 naik 3,5 persen menjadi 204.622 Rupiah, turun sedikit 2,1 persen menjadi 200.279 Rupiah pada 2022, naik 4,9 persen menjadi 210.012 Rupiah pada 2023, dan melonjak 18,9 persen pada 2024.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Dharmasraya menempati peringkat ke-8 dari 19 wilayah. Peringkat teratas dipegang oleh Kota Bukit Tinggi (344.478 Rupiah, pertumbuhan 6,5 persen), diikuti Kota Pariaman (334.724 Rupiah, pertumbuhan 10,6 persen), Kota Padang (334.040 Rupiah, pertumbuhan 12,7 persen), Kota Padang Panjang (331.430 Rupiah, pertumbuhan 11,3 persen), dan Kota Payakumbuh (319.804 Rupiah, pertumbuhan negatif 9,9 persen). Pertumbuhan pengeluaran di Kabupaten Dharmasraya menjadi yang tertinggi di antara 8 wilayah peringkat atas.
Kota Padang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Padang tahun 2024 mencapai 1.051.706 Rupiah, naik sedikit 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-1 di Provinsi Sumatera Barat. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1.974.416 Rupiah, turun sedikit 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-2. Pengeluaran makanan mencapai 922.710 Rupiah, naik 10,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-2, yang lebih tinggi daripada pengeluaran makanan di Kabupaten Dharmasraya namun dengan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Pontianak | 2024)
Kota Bukit Tinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bukit Tinggi tahun 2024 mencapai 962.655 Rupiah, naik 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-2 di Provinsi Sumatera Barat. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1.869.269 Rupiah, naik 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-3. Pengeluaran makanan mencapai 906.613 Rupiah, naik 20,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-3, sedangkan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat namun dengan pertumbuhan yang jauh lebih rendah daripada Kabupaten Dharmasraya.
Kota Padang Panjang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Padang Panjang tahun 2024 mencapai 942.409 Rupiah, naik 11,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-3 di Provinsi Sumatera Barat. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 2.182.054 Rupiah, naik 19,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-1 di Sumatera Barat. Pengeluaran makanan mencapai 1.239.644 Rupiah, naik 63,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-1, yang menjadi pertumbuhan makanan tertinggi di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Kabupaten Solok Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Solok Selatan tahun 2024 mencapai 748.945 Rupiah, naik 37,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-8 di Provinsi Sumatera Barat. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1.564.519 Rupiah, naik 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-8. Pengeluaran makanan mencapai 815.574 Rupiah, naik 17,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan peringkat ke-10, sedangkan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini hanya mencapai 204.864 Rupiah dengan pertumbuhan yang jauh lebih rendah daripada Kabupaten Dharmasraya.