Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kota Pontianak pada tahun 2024 mencapai 100.158 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 31,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran ini dengan tahun 2023 adalah 24.231,9 rupiah, dimana nilai pengeluaran tahun sebelumnya adalah 75.925,87 rupiah. Pengeluaran perawatan kulit ini menjadi pengeluaran tertinggi di antara kabupaten/kota seprovinsi Kalimantan Barat dan menduduki peringkat ketujuh di pulau Kalimantan serta peringkat lima puluh dua di seluruh Indonesia.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku 2015 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kota Pontianak untuk aneka barang jasa pada tahun 2024 adalah 410.811 rupiah, dimana pengeluaran perawatan kulit menyumbang sekitar 24,4 persen dari total tersebut. Jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk kecantikan secara umum yang sebesar 74.286 rupiah, pengeluaran perawatan kulit bahkan melebihi nilai tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Pontianak lebih fokus pada pengeluaran untuk perawatan kulit dibandingkan kategori kecantikan lainnya. Pengeluaran untuk makanan jadi yang sebesar 326.038 rupiah masih menjadi kategori pengeluaran terbesar, diikuti oleh rokok dan tembakau dengan 135.010 rupiah, dan pengeluaran perawatan kulit juga melebihi pengeluaran untuk sabun mandi yang sebesar 78.549 rupiah.
Mengamati data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kota Pontianak menunjukkan pola naik turun. Pada tahun 2018, nilai pengeluaran adalah 57.115 rupiah, naik sedikit menjadi 58.498 rupiah pada 2019, lalu turun sedikit menjadi 58.361 rupiah pada 2020. Tahun 2021 mengalami kenaikan signifikan sebesar 27,8 persen menjadi 74.557 rupiah, sebelum turun 11,1 persen menjadi 66.269 rupiah pada 2022. Kenaikan kembali terjadi pada 2023 sebesar 14,6 persen menjadi 75.926 rupiah, dan mencapai titik tertinggi pada 2024.
Dari perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat, Kota Pontianak tetap menduduki peringkat pertama untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Beberapa kabupaten lain yang berada di peringkat berikutnya adalah Kabupaten Kapuas Hulu dengan pengeluaran 73.562 rupiah dan pertumbuhan 10,3 persen, Kabupaten Sintang dengan 64.558 rupiah dan pertumbuhan 19,4 persen, Kabupaten Ketapang dengan 55.875 rupiah dan penurunan 12,3 persen, Kota Singkawang dengan 54.081 rupiah dan penurunan 2,2 persen, serta Kabupaten Sanggau dengan 54.005 rupiah dan pertumbuhan 3,5 persen. Peringkat ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana Kota Pontianak juga menjadi wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di provinsi.
Kota Singkawang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Singkawang pada tahun 2024 adalah 759.547 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 757.106,16 rupiah. Wilayah ini menduduki peringkat pertama di antara kabupaten/kota seprovinsi Kalimantan Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, Kota Singkawang memiliki nilai 1.534.917 rupiah pada 2024, mengalami penurunan 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sendiri mencapai 775.370 rupiah pada 2024, naik sedikit sebesar 0,6 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 770.626,6 rupiah, dan menduduki peringkat ketiga di provinsi untuk kategori ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Pamekasan | 2024)
Kabupaten Sintang
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sintang pada tahun 2024 adalah 685.825 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 16,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 590.484,98 rupiah. Wilayah ini menduduki peringkat kedua di provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sintang pada 2024 adalah 1.461.426 rupiah, mengalami penurunan 3,6 persen dari tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, nilai pada 2024 adalah 775.601 rupiah, naik sebesar 13,4 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 684.231,46 rupiah, dan menduduki peringkat kedua di provinsi.
Kabupaten Kayong Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 adalah 675.863 rupiah, dengan pertumbuhan yang signifikan sebesar 32,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 508.910,15 rupiah. Wilayah ini menduduki peringkat ketiga di provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kayong Utara pada 2024 adalah 1.414.516 rupiah, mengalami penurunan 11,5 persen dari tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, nilai pada 2024 adalah 738.653 rupiah, naik sebesar 7,7 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 685.638,15 rupiah, dan menduduki peringkat keenam di provinsi.
Kabupaten Kapuas Hulu
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2024 adalah 650.429 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 36,7 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 475.934,44 rupiah. Wilayah ini menduduki peringkat keempat di provinsi untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kapuas Hulu pada 2024 adalah 1.402.411 rupiah, mengalami penurunan 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, nilai pada 2024 adalah 751.981 rupiah, naik sebesar 11,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 676.800,29 rupiah, dan menduduki peringkat kelima di provinsi.