Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Pontianak pada tahun 2024 mencapai 100158 rupiah. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 31,9 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 24231,9 rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, nilai ini merupakan pengeluaran tertinggi yang pernah tercatat untuk wilayah kota ini.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kota Pematang Siantar | 2024)
Nilai pengeluaran perawatan kulit Kota Pontianak pada 2024 setara dengan 24,4 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa per kapita, dan sebesar 127,5 persen dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi rata-rata masyarakat. Jika dibandingkan pengeluaran makanan jadi, nilai perawatan kulit mencapai 30,7 persen dari total pengeluaran makanan jadi per kapita setiap bulan. Nilai ini juga 34,9 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran kecantikan umum masyarakat.
Sepanjang tujuh tahun periode pencatatan, pengeluaran perawatan kulit Kota Pontianak mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 terjadi kenaikan sedikit sebesar 2,4 persen, kemudian turun sedikit 0,2 persen pada 2020. Tahun 2021 tercatat kenaikan besar 27,8 persen, sebelum turun 11,1 persen pada 2022, lalu naik kembali 14,6 persen pada 2023. Anomali terbesar terjadi pada tahun 2024, dengan laju pertumbuhan yang hampir dua kali lipat dibandingkan kenaikan tertinggi sebelumnya dalam periode tujuh tahun.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak menempati urutan pertama pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Urutan setelahnya diikuti Kabupaten Kapuas Hulu dengan nilai 73562 rupiah, Kabupaten Sintang 64558 rupiah, Kabupaten Ketapang 55875 rupiah, serta Kota Singkawang dengan 54081 rupiah. Untuk skala nasional, Kota Pontianak berada di urutan ke 52 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dan urutan ke tujuh untuk seluruh wilayah di Pulau Kalimantan.
Kota Singkawang
Kota Singkawang mencatatkan pengeluaran bukan makanan per kapita sebesar 759547 rupiah per bulan pada tahun 2024, menempati urutan pertama di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Nilai ini hanya tumbuh sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan terendah dibandingkan wilayah lain yang masuk tiga besar provinsi. Sementara untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, Kota Singkawang juga masih menempati urutan pertama dengan nilai 1534917 rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 11,3 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 1 di DKI Jakarta Rp.235,1 Ribu per Kg (Senin, 15 Juni 2026))
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang berada di urutan kedua provinsi untuk pengeluaran bukan makanan dengan nilai 685825 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 16,1 persen pada tahun 2024. Untuk pengeluaran makanan, wilayah ini juga berada di urutan kedua dengan nilai 775601 rupiah, mencatatkan kenaikan sebesar 13,4 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan Kabupaten Sintang tercatat 1461426 rupiah, turun sedikit sebesar 3,6 persen namun mampu mempertahankan urutan kedua seprovinsi.
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan tertinggi sebesar 32,8 persen pada tahun 2024, dengan nilai akhir mencapai 675863 rupiah dan menempati urutan ketiga seprovinsi. Wilayah ini juga berada di urutan ketiga untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan dengan nilai 1414516 rupiah, meskipun mengalami penurunan 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, Kabupaten Kayong Utara berada di urutan keenam provinsi dengan nilai 738653 rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 36,7 persen, menjadi pertumbuhan terbesar kedua di Kalimantan Barat pada tahun 2024 dengan nilai akhir 650429 rupiah. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini menempati urutan kelima seprovinsi dengan nilai 751981 rupiah, naik sebesar 11,1 persen dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan Kabupaten Kapuas Hulu tercatat 1402411 rupiah, turun sebesar 5,9 persen dan menempati urutan keempat di seluruh wilayah Kalimantan Barat.