PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun pada kuartal I 2026.
Torehan tersebut melonjak 59,85% (year-on-year/yoy) dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,13 triliun.
Hasil positif tersebut seiring dengan tumbuhnya pendapatan dari kontrak dengan pelanggan hingga 12,13% (yoy) menjadi Rp29,32 triliun.
Pendapatan pada kuartal I 2026 ini ditopang produk emas senilai Rp23,89 triliun, bijih nikel Rp3,82 triliun, feronikel Rp643,25 miliar, alumina Rp486,10 miliar, bijih bauksit Rp393,05 miliar, dan perak Rp21,92 miliar.
Kemudian pendapatan dari jasa terkait logam mulia Rp50,01 miliar dan jasa lainnya sebesar Rp13,02 miliar.
Adapun beban pokok penjualan Antam sebesar Rp23,71 triliun, naik 5,29% (yoy). Dengan demikian, laba kotor perseroan pada kuartal I 2026 sebanyak Rp5,62 triliun.
Per 31 Maret 2026, ANTM membukukan total aset sebanyak Rp63,30 triliun, melesat 20,49% dibanding posisi 31 Desember 2025. Asetnya terdiri atas liabilitas Rp22,89 triliun dan ekuitas Rp40,41 triliun.
(Baca: Laba Antam (ANTM) Meroket 98% pada 2025, Tertinggi Lima Tahun Terakhir)