Berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.048,22 pada perdagangan Maret 2026.
IHSG tercatat turun 14,42% secara bulanan (month-to-month/mtm), namun masih tumbuh 8,26% dibandingkan Maret 2025 (year-on-year/yoy).
Pada periode yang sama, terdapat sejumlah emiten yang mengalami kenaikan harga saham tertinggi alias top gainer.
PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menjadi top gainer teratas, dengan lonjakan harga saham sebesar 56,46% dibandingkan akhir Februari 2026 (mtm).
Berikut daftar 20 emiten top gainers di Indonesia pada Maret 2026, menurut data BEI:
- PT Asia Pramulia Tbk (ASPR): 56,46%
- PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS): 51,64%
- PT Tunas Alfin Tbk (TALF): 43,41%
- PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE): 38,43%
- PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS): 32,65%
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): 30,52%
- PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP): 24,14%
- PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP): 22,55%
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG): 22,46%
- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA): 22,31%
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): 21,89%
- PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE): 17,76%
- PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP): 17,48%
- PT Metropolitan Land Tbk (MTLA): 17,27%
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG): 16,92%
- PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN): 15,82%
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA): 15,24%
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL): 14,29%
- PT ChemStar Indonesia Tbk (CHEM): 12,12%
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI): 12,11%
BEI juga mencatat, frekuensi perdagangan saham pada Maret 2026 sebanyak 34,74 juta kali transaksi, dengan volume saham diperdagangkan 2,64 juta lembar, dan total nilai transaksi Rp1.510 triliun.
(Baca: Kerugian Waskita Karya (WSKT) Membengkak 52% pada 2025, Terbesar dalam Lima Tahun)