Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Indonesia periode pertama Maret 2026 sebesar US$102,37 per ton.
Harga tersebut turun tipis 0,48% dari periode kedua Februari 2026 yang sebesar US$102,87 per ton.
Pada periode awal Maret ini, hampir seluruh kelas batu bara diturunkan. Hanya HBA II yang naik.
HBA I ditetapkan sebesar US$71,29 per ton. Turun dari periode kedua Februari 2026 yang sebesar US$71,74 per ton.
Selanjutnya, HBA II sebesar US$47,64 per ton. Naik tipis dari sebelumnya yang sebesar US$47,34 per ton.
Terakhir, HBA III sebesar US$34,25 per ton. Turun dari periode akhir Februari yang sebesar US$33,85 per ton.
Harga acuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (Kepmen ESDM) Nomor 102.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Pertama bulan Februari tahun 2026, pada 27 Februari 2026.
(Baca: Indonesia Kuasai Ekspor Batu Bara Termal Dunia pada 2025)
HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900, dengan kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8%, total sulphur 0,8%, dan ash 15%.
HBA juga dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan kualitas batu bara, yakni:
- HBA: kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%, total sulphur 0,66%, dan ash 7,94%.
- HBA I: kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, total sulphur 0,75%, dan ash 6,04%.
- HBA II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, total sulphur 0,23%, dan ash 3,90%.
- HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, total sulphur 0,24%, dan ash 3,88%.
(Baca: Filipina dan Bangladesh Sangat Bergantung dengan Impor Batu Bara RI)