IHSG Turun 1% di Tengah Kekhawatiran Tarif Dagang AS (Kamis, 26 Februari 2026)

1
Nabilah Muhamad 26/02/2026 18:02 WIB
Image Loader
Memuat...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 26 Februari 2025-26 Februari 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,04% ke level 8.235,26 pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026).

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, penurunan indeks hari ini dipengaruhi sentimen negatif terkait rencana Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif bea masuk tinggi untuk produk sel dan panel surya yang diimpor dari India, Indonesia, dan Laos.

"Kekhawatiran akibat tarif memicu koreksi IHSG pada perdagangan Kamis," kata Ratna Lim, dilansir dari Antara.

(Baca: Imbas Perjanjian Dagang, Nilai Impor RI dari AS Bisa Melonjak 150%)

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau 11 sektor saham terkoreksi hari ini.

Sektor transportasi turun paling dalam hingga 4,54%, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor infrastruktur yang masing-masing jatuh 2,59% dan 2,41%.

Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 3,14 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 56,53 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp28,14 triliun.

Sebanyak 568 saham ditutup melemah hari ini, lalu 146 saham menguat, dan 105 saham stagnan.

Emiten top loser hari ini adalah INDS yang anjlok 14,95%, diikuti SKBM dan ARKO yang masing-masing terkoreksi 14,88% dan 14,82%.

Di sisi lain, emiten berkode MSKY menjadi top gainer setelah terbang 34,62%, diikuti JAYA yang naik 34,57% dan DIVA yang melesat 27,61%.

Sejalan dengan IHSG, mayoritas bursa kawasan Asia sore ini melemah. Indeks Hang Seng turun 1,44% ke 26.381,02; indeks Shanghai turun 0,01% ke 4.146,63; Strait Times turun 0,87% ke 4.964,38; sedangkan indeks Nikkei naik 0,29% 58.753,39.

(Baca: IHSG Ditutup Menguat 0,5% (Rabu, 25 Februari 2026))

Editor : Adi Ahdiat

Data Populer

Loading...