Survei TIFA Foundation dan Populix menunjukkan, terdapat 67% dari total responden jurnalis di Indonesia yang pernah terlibat dalam liputan berisiko pada 2025.
Peliputan berisiko merujuk pada kegiatan jurnalistik yang melibatkan bahaya fisik, psikologis, atau hukum bagi jurnalis.
Berdasarkan jenisnya, liputan demonstrasi menjadi yang paling banyak dilakukan pada tahun lalu, dialami 67% responden.
Liputan berisiko lainnya yang pernah dilakukan jurnalis adalah liputan di wilayah konflik antarmasyarakat (60%), liputan kriminal (59%), liputan di wilayah bencana alam (47%), dan lainnya seperti terlmpir pada grafik.
"Temuan ini menunjukkan bahwa sistem keselamatan jurnalis masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara menyeluruh," tulis TIFA Foundation dan Populix dalam laporan Indeks Keselamatan Jurnalis 2025—Swasensor sebagai Masalah Struktural: Catatan Kritis Satu Tahun Prabowo-Gibran.
Menurut TIFA Foundation, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penguatan kebijakan internal media, peningkatan kapasitas individu jurnalis, serta standarisasi protokol kesehatan.
"Upaya ini menjadi prasyarat penting untuk memastikan perlindungan jurnalis yang berkelanjutan dalam menghadapi spektrum risiko yang semakin kompleks," tulis TIFA Foundation.
TIFA Foundation menggelar survei ini melalui kerja sama dengan Populix, dengan melibatkan 655 responden jurnalis aktif.
Mayoritas responden merupakan jurnalis lapangan (80%), diikuti editor/redaktur (12%), redaktur pelaksana (8%), pemimpin redaksi (6%), dan lainnya (2%).
Responden tersebar di Pulau Jawa (47%), Sumatera (18%), Sulawesi (11%), Kalimantan (8%), Bali-Nusa Tenggara (7%), Papua (5%), dan Maluku-Maluku Utara (4%).
Pengambilan data dilakukan 2025 menggunakan dua metode, yakni kuantitatif dan kualitatif. Selain survei, mereka juga mengambil data sekunder berupa data kekerasan terhadap jurnalis yang dihimpun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, serta wawancara mendalam dengan sejumlah stakeholder di bidang media.
(Baca: Ada 89 Kasus Kekerasan terhadap Pers di RI pada 2025, Ini Kategorinya)