Inflasi (Mom) (2018=100) di Nusa Tenggara Timur | 2025
Mohon maaf, telah terjadi kesalahan
Untuk sementara, data ini tidak dapat ditampilkan. Kami sedang berusaha memperbaikinya.
Kembali ke Home- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (Mom) sub kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Juli 2025 sebesar 0.03 persen. Data historis menunjukkan adanya fluktuasi, di mana nilai bulan terakhir ini sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0.04 persen, namun menurun dibandingkan rata-rata tiga bulan terakhir (Mei-Juli 2025) yang turun 0.11 persen. Secara keseluruhan, perkembangan inflasi ini cenderung fluktuatif, ditandai dengan adanya kenaikan dan penurunan nilai dari bulan ke bulan.
Jika dibandingkan dengan lima bulan terakhir (Maret-Juli 2025), inflasi perlengkapan rumah tangga di Kota Kupang menunjukkan pertumbuhan yang kurang baik. Kenaikan tertinggi terjadi pada Mei 2025 sebesar 0.83 persen, sedangkan penurunan terendah terjadi pada Juni 2025 turun 0.57 persen. Fluktuasi ini mengindikasikan adanya ketidakstabilan harga pada sub kelompok perlengkapan rumah tangga di Kota Kupang. Terjadi anomali pada Mei 2025, di mana inflasi melonjak tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan sesudahnya.(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2015 - 2024)
Pada Juli 2025, Kota Kupang berada di urutan ke-9 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Nusa Tenggara dan Bali berdasarkan nilai inflasi, dengan nilai 0.03 persen. Urutan tertinggi dipegang oleh salah satu wilayah dengan nilai 0.3 persen. Sementara itu, secara nasional, Kota Kupang berada di urutan ke-54. Dibandingkan dengan daerah lain di pulau yang sama, kinerja Kota Kupang berada di tengah-tengah. Kenaikan tertinggi inflasi sub kelompok perlengkapan rumah tangga di Kota Kupang dalam data historis terjadi pada Februari 2022 sebesar 0.88 persen. Sementara itu, penurunan terendah terjadi pada Mei 2024 dengan nilai -0.27 persen. Adanya anomali kenaikan tajam pada Februari 2022, menunjukkan adanya faktor-faktor tertentu yang menyebabkan lonjakan harga perlengkapan rumah tangga pada saat itu. Secara keseluruhan, inflasi sub kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Kota Kupang pada Juli 2025 menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Meskipun ada sedikit peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih di bawah rata-rata tiga bulan terakhir. Perlu adanya perhatian lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi harga perlengkapan rumah tangga di Kota Kupang untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.Kota Bima
Kota Bima mencatatkan inflasi turun 0.01 persen, berada di urutan ke-78 se-Indonesia. Dengan pertumbuhan -108.33 persen, Kota Bima menunjukkan penurunan yang signifikan. Urutan ke-8 di pulau menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan dibandingkan wilayah lain di Nusa Tenggara dan Bali.(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Riau 2018 - 2024)