Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor industri pengolahan di perkotaan dan perdesaan Provinsi Banten pada tahun 2024 sebanyak 871.476 pekerja. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 18,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data historis, jumlah pekerja industri pengolahan di Banten cenderung fluktuatif. Tahun 2018 sempat mengalami penurunan, kemudian naik kembali di tahun 2019. Penurunan terdalam terjadi pada tahun 2024, dengan selisih nilai turun 192.605 pekerja dibandingkan tahun 2023.
Rata-rata jumlah pekerja dalam 3 tahun terakhir (2021-2023) adalah 1.059.225 pekerja. Dibandingkan dengan rata-rata ini, jumlah pekerja tahun 2024 lebih rendah. Jika dibandingkan dengan 5 tahun terakhir (2019-2023), rata-rata jumlah pekerja adalah 1.027.502 pekerja. Terlihat bahwa kondisi tahun 2024 lebih buruk dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir. Kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 13,97%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Simalungun Periode 2004 - 2024)
Secara ranking di Pulau Jawa, Banten berada di posisi ke-4 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, dari segi nilai tahun terakhir, Banten mencatatkan angka terendah dibandingkan provinsi lain di Jawa. Secara nasional, Banten berada di peringkat ke-4. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di Banten perlu mendapat perhatian lebih agar dapat bersaing dengan provinsi lain.
Anomali terjadi pada tahun 2024 dengan penurunan yang sangat signifikan. Pada tahun-tahun sebelumnya, fluktuasi jumlah pekerja tidak terlalu besar. Penurunan di tahun 2024 jauh melampaui penurunan pada tahun 2018, yang hanya sebesar 6,39%. Hal ini mengindikasikan adanya faktor-faktor khusus yang mempengaruhi sektor industri pengolahan di Banten pada tahun tersebut.
Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada tahun 2022 sebesar 13,97%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2018 turun 6,39%. Dibandingkan dengan kondisi 3 tahun terakhir dan 5 tahun terakhir, pertumbuhan industri pengolahan di Banten tahun 2024 mengalami penurunan cukup signifikan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku 2018 - 2024)
Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama di Pulau Jawa dengan nilai pekerja industri pengolahan sebesar 3.033.099 orang. Meskipun menduduki peringkat pertama, Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 1,75% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah ini menunjukkan dominasi Jawa Barat dalam sektor industri pengolahan di Pulau Jawa, meskipun ada penurunan yang perlu diwaspadai.
Jawa Tengah
Dengan menempati urutan kedua di Pulau Jawa, Jawa Tengah mencatatkan jumlah pekerja industri pengolahan sebanyak 2.420.545 orang. Pertumbuhan di Jawa Tengah mengalami penurunan tipis, yaitu turun 0,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat industri yang signifikan di Jawa.
Jawa Timur
Berada di posisi ketiga di Pulau Jawa, Jawa Timur memiliki jumlah pekerja industri pengolahan sebesar 2.094.650 orang. Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,18% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas industri pengolahan di provinsi ini. Angka ini mengukuhkan Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan industri utama di Pulau Jawa.
Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat pertama di Pulau Sumatera dan peringkat kelima secara nasional dengan jumlah pekerja industri pengolahan sebanyak 430.721 orang. Sumatera Utara mengalami penurunan sebesar 2,15% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa sektor industri di Sumatera Utara perlu mendapatkan perhatian lebih untuk mempertahankan posisinya.