Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Simalungun pada tahun 2024 sebesar 7,72%. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,87%. Dengan jumlah penduduk 1.022.570 jiwa, terdapat 68.050 penduduk miskin di kabupaten ini.
Kabupaten Simalungun mengalami penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1.160 jiwa dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan persentase kemiskinan tercatat -1,91%. Secara peringkat di Pulau Sumatera, Simalungun berada di urutan ke-96, sedangkan secara nasional berada di urutan ke-323. Dibandingkan kabupaten lain di Sumatera Utara, perkembangan kemiskinan di Simalungun cukup moderat.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Jika dilihat data historis kemiskinan, persentase kemiskinan tertinggi di Simalungun terjadi pada tahun 2004, yakni 17,94%. Angka terendah terjadi pada tahun 2024, yaitu 7,72%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2007 dengan -13,72%, sedangkan tertinggi pada tahun 2015 dengan 7,45%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024), angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Dibandingkan 5 tahun terakhir (2020-2024), angka kemiskinan saat ini juga lebih rendah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Puncak Jaya Periode 2004 - 2024)
Pada tahun 2004, Simalungun berada di urutan ke-187 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Sempat berfluktuasi, pada tahun 2024 Simalungun berada di urutan ke-323. Ini menunjukkan adanya perbaikan posisi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berikut perbandingan Kabupaten Simalungun dengan kabupaten lain di Sumatera Utara yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan:
Kabupaten Dairi
Kabupaten Dairi mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 7,1%, menduduki peringkat ke-343 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 20.400 jiwa. Dengan jumlah penduduk 329.341 jiwa, garis kemiskinan di Dairi mencapai Rp 502.924 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 38,39 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk di kabupaten ini tercatat 2,24%, sementara angka kemiskinan mengalami penurunan turun 4,76%.
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo memiliki persentase kemiskinan 7,37%, berada di urutan ke-332 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.440 jiwa dari total penduduk 418.705 jiwa. Pendapatan per kapita di Karo mencapai Rp 67,69 juta per tahun dengan garis kemiskinan Rp 656.812 per kapita per bulan. Pertumbuhan ekonomi di Karo cukup baik dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,81% dan penurunan angka kemiskinan turun 6,2%.
Kabupaten Labuhan Batu Selatan
Persentase kemiskinan di Kabupaten Labuhan Batu Selatan adalah 7,73%, menempatkannya pada urutan ke-321 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 29.190 jiwa. Pendapatan per kapita mencapai Rp 124,51 juta per tahun. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk 330.008 jiwa dengan garis kemiskinan Rp 533.535 per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk tercatat 1,11%, dengan penurunan angka kemiskinan turun 2,15%.
Kabupaten Labuhan Batu
Kabupaten Labuhan Batu mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 7,84%, berada pada urutan ke-317 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 42.450 jiwa. Dengan jumlah penduduk 511.704 jiwa, pendapatan per kapita di Labuhan Batu mencapai Rp 97,59 juta per tahun. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp 556.900 per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk tercatat 0,99%, dan angka kemiskinan sedikit menurun turun 0,31%.
Kabupaten Padang Lawas
Dengan persentase kemiskinan 7,87%, Kabupaten Padang Lawas berada di urutan ke-315 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.960 jiwa. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk 268.427 jiwa dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 65,28 juta per tahun. Garis kemiskinan di Padang Lawas sebesar Rp 483.395 per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk di kabupaten ini 1,3%, dan angka kemiskinan meningkat 1,84%.
Kota Pematang Siantar
Kota Pematang Siantar memiliki persentase kemiskinan 7,2%, menempatkannya pada urutan ke-339 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.970 jiwa. Dengan jumlah penduduk 278.325 jiwa, pendapatan per kapita di kota ini mencapai Rp 62,62 juta per tahun. Garis kemiskinan di Pematang Siantar sebesar Rp 709.992 per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk tercatat 1,14%, dan angka kemiskinan sedikit menurun turun 0,05%.