Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB Harga Berlaku Konsumsi Rumah Tangga Provinsi Maluku sampai dengan kuartal II 2026 sebesar 12.769,59 Rp miliar. Selama periode pengamatan sejak kuartal I 2010, nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah data. Sepanjang 66 periode triwulanan, tercatat 52 kali periode mengalami pertumbuhan positif, hanya 13 kali terjadi penurunan nilai, tanpa ada periode stagnan sama sekali. Tren keseluruhan data menunjukkan kenaikan konsisten sepanjang 16 tahun terakhir.
(Baca: 6,98% Penduduk di Kabupaten Dairi Masuk Kategori Miskin)
Untuk kuartal II 2026, nilai konsumsi rumah tangga Maluku naik sebesar 0,55 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir mencapai 3,00 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir yang hanya 2,53 persen. Hal ini menunjukkan performa pertumbuhan konsumsi rumah tangga Maluku pada tiga periode terakhir mengalami akselerasi yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Sepanjang catatan historis, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kuartal II 2011 dengan peningkatan sebesar 18,72 persen dari periode sebelumnya, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada kuartal I 2011 turun 12,06 persen. Nilai terendah sepanjang periode terjadi pada awal pengamatan kuartal I 2010 dengan nilai 2.883,33 Rp miliar. Secara total, terjadi peningkatan nilai sebesar 342,88 persen sejak pertama kali data dicatat sampai dengan kuartal II 2026.
Provinsi Maluku menempati posisi pertama peringkat konsumsi rumah tangga di wilayah Pulau Maluku secara konsisten di seluruh periode data. Secara nasional, Maluku tetap berada di peringkat 29 dari seluruh provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan provinsi lain yang memiliki nilai serupa secara nasional, Maluku mencatat pertumbuhan sedikit lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Barat, Gorontalo, dan wilayah Papua pada kuartal yang sama.
Bengkulu
Bengkulu menempati urutan peringkat 26 nasional dengan nilai PDRB konsumsi rumah tangga kuartal terakhir sebesar 18.650,86 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 7,55 persen dibanding periode sebelumnya. Nilai ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh wilayah pada kelompok perbandingan, bahkan hampir 46 persen lebih besar dibandingkan nilai Maluku pada periode yang sama. Provinsi yang terletak di Pulau Sumatera ini mencatat peningkatan nilai sebesar 1.309,91 Rp miliar, menjadi pertumbuhan nominal terbesar pada kuartal ini dibanding seluruh provinsi lain dalam daftar perbandingan.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat 27 nasional dengan nilai kuartal terakhir 16.577,68 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 1,31 persen dari periode sebelumnya. Secara nilai, wilayah ini berada tepat satu peringkat di atas Papua dan satu peringkat dibawah Bengkulu. Peningkatan nominal yang dicapai sebesar 214,68 Rp miliar, menjadikan wilayah ini mencatat pertumbuhan paling sedikit secara persentase di antara wilayah Pulau Sumatera pada kelompok data ini.
(Baca: Bahan Bangunan Seperti Reng kayu, Aspal, dan Minyak pelumas pada Juli 2026 Rata-rata Naik 5,52%)
Papua
Papua menduduki peringkat pertama di wilayah Pulau Papua dengan nilai PDRB konsumsi rumah tangga kuartal terakhir sebesar 13.356,28 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 3,28 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Nilai ini berada tepat satu peringkat nasional di atas Maluku, dan menjadi nilai tertinggi di seluruh wilayah timur Indonesia pada kelompok data ini. Peningkatan nominal mencapai 423,7 Rp miliar, menjadikan pertumbuhan persentase wilayah ini dua kali lebih besar dibanding rata-rata pertumbuhan Maluku pada kuartal yang sama.
Papua Tengah
Papua Tengah menempati urutan kedua di wilayah Pulau Papua, dan peringkat 30 secara nasional dengan nilai kuartal terakhir 10.612,61 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 2,34 persen dari periode sebelumnya, dengan peningkatan nominal sebesar 242,85 Rp miliar. Secara nilai, wilayah ini berada satu peringkat dibawah Maluku, dan merupakan satu dari hanya dua wilayah pada kelompok perbandingan yang memiliki nilai konsumsi rumah tangga dibawah angka 11.000 Rp miliar pada kuartal II 2026.
Gorontalo
Gorontalo berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 31 secara nasional dengan nilai PDRB konsumsi rumah tangga kuartal terakhir sebesar 9.810,57 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan 1,05 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan peningkatan nominal sebesar 102,36 Rp miliar. Pertumbuhan persentase wilayah ini menjadi yang paling sedikit di antara seluruh provinsi dalam kelompok perbandingan pada kuartal II 2026.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menduduki urutan 6 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 32 nasional dengan nilai kuartal terakhir 8.963,05 Rp miliar, mencatat pertumbuhan 1,76 persen dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah ini memiliki nilai PDRB konsumsi rumah tangga terendah di antara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan, dengan peningkatan nominal mencapai 154,73 Rp miliar pada kuartal II 2026.