Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Kabupaten Demak, Jawa Tengah menunjukkan fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 7.100 pekerja. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,67% atau sebanyak 506 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini masih lebih rendah dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023) yang mencapai 5.197 pekerja. Dibandingkan 5 tahun terakhir (2019-2023) yang rata-ratanya 4.815 pekerja, jumlah pekerja tahun 2024 ini mengalami pertumbuhan lebih baik.
Jika dilihat lebih detail, pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2023 dengan peningkatan mencapai 184,59% atau sebanyak 4.277 pekerja. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan penurunan turun 65.31% atau sebanyak 4.363 pekerja. Ranking Kabupaten Demak menurut pulau untuk tahun 2024 adalah 47, menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang berada pada posisi 51. Secara nasional, Kabupaten Demak menempati peringkat 70.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Banyuwangi pada 2024)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, data perbandingan menunjukkan adanya variasi yang signifikan. Misalnya, Kabupaten Wonogiri memiliki jumlah pekerja sebanyak 7.413 dengan pertumbuhan 45.72% dan menduduki peringkat 45 di pulau Jawa. Kota Serang di Provinsi Banten memiliki 6.713 pekerja dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 180.06%. Data ini menunjukkan bahwa Kabupaten Demak masih perlu meningkatkan performanya di sektor ini dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa.
Anomali terjadi pada tahun 2022 ketika terjadi penurunan signifikan. Hal ini berbeda dengan kondisi 3 tahun sebelumnya (2019-2021) yang menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2019 terjadi penurunan -39.3%, tahun 2020 meningkat 63.94%, dan tahun 2021 meningkat 29.68%. Penurunan pada tahun 2022 perlu menjadi perhatian khusus dan memerlukan analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Peningkatan pada tahun 2023 dan 2024 belum mampu mengembalikan posisi seperti tahun 2021.
Meskipun terjadi peningkatan pada tahun 2024, fluktuasi jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Kabupaten Demak menunjukkan bahwa sektor ini masih rentan terhadap berbagai faktor. Ranking menurut pulau juga mengalami peningkatan, namun masih berada di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa dan sekitarnya. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi sektor ini di Kabupaten Demak dan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kabupaten Wonogiri
Kabupaten Wonogiri menduduki peringkat ke-45 di Pulau Jawa dengan jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencapai 7.413 orang. Pertumbuhan sektor ini di Wonogiri mencapai 45.72%, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa, Wonogiri masih perlu berupaya meningkatkan posisinya. Nilai ini jauh lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya, yang mana pertumbuhan sektor kesehatan klasifikasi masih di angka 3.850 pekerja.
(Baca: Jumlah Perusahaan Konstruksi (Total) di Aceh | 2024)
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa mencatat jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebanyak 7.265 orang, menempatkannya pada peringkat ke-7 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Namun, pertumbuhan sektor ini mengalami penurunan turun 9.93%. Penurunan ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat. Kondisi ini kontras dengan rata-rata pertumbuhan di daerah lain, menunjukkan adanya tantangan khusus yang dihadapi oleh sektor kesehatan di Sumbawa.
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang menempati peringkat ke-46 di Pulau Jawa dengan jumlah pekerja sebanyak 7.193 orang. Pertumbuhan sektor ini sangat mencolok, mencapai 337.8%. Peningkatan yang luar biasa ini menunjukkan adanya investasi dan pengembangan yang signifikan dalam sektor kesehatan di Pandeglang. Kabupaten Pandeglang menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan sektor kesehatan di wilayah lain, menjadikannya contoh keberhasilan dalam pengembangan sektor ini.
Kabupaten Maros
Kabupaten Maros menduduki peringkat ke-5 di wilayah Sulawesi dengan jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebanyak 7.080 orang. Pertumbuhan sektor ini mencapai 67.61%, menunjukkan perkembangan yang positif dan menjanjikan. Kabupaten Maros menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja di sektor kesehatan. Meski demikian, nilai tersebut jauh lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya, yang mana pertumbuhan sektor kesehatan klasifikasi masih di angka 2.501 pekerja.
Kabupaten Bireuen
Kabupaten Bireuen menempati peringkat ke-10 di wilayah Sumatera dengan jumlah pekerja di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebanyak 7.070 orang. Pertumbuhan sektor ini mencapai 43.82%. Peningkatan ini menunjukkan adanya perhatian yang cukup besar terhadap pengembangan sektor kesehatan di Bireuen. Pertumbuhan sebesar ini mengindikasikan adanya peningkatan investasi dan program-program pengembangan yang efektif di sektor kesehatan di Bireuen.
Kota Serang
Kota Serang menempati peringkat ke-48 di Pulau Jawa dengan jumlah pekerja sebanyak 6.713 orang. Pertumbuhan sektor ini sangat tinggi, mencapai 180.06%. Peningkatan yang signifikan ini menunjukkan adanya upaya serius dari pemerintah kota dalam mengembangkan sektor kesehatan. Dibandingkan dengan wilayah lain di Pulau Jawa, Kota Serang menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih cepat.