Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perusahaan konstruksi di Aceh pada tahun 2024 sebanyak 7391 perusahaan. Jumlah ini menunjukkan penurunan turun 4.93% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, secara keseluruhan, jumlah perusahaan konstruksi di Aceh cenderung fluktuatif dalam 25 tahun terakhir. Fluktuasi ini ditandai dengan kenaikan signifikan pada tahun 2003 dan 2009, diikuti penurunan tajam pada tahun 2008.
Penurunan jumlah perusahaan konstruksi di Aceh pada tahun 2024 sejalan dengan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Rata-rata jumlah perusahaan konstruksi dalam tiga tahun terakhir adalah 8153 perusahaan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir yaitu 6166 perusahaan. Ini mengindikasikan pertumbuhan sektor konstruksi yang lebih baik dalam periode sebelum tiga tahun terakhir.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Gorontalo | 2024)
Kenaikan tertinggi jumlah perusahaan konstruksi di Aceh terjadi pada tahun 2009, dengan pertumbuhan mencapai 426.82%. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2008, dengan penurunan turun 71.7%. Penurunan tajam pada tahun 2008 ini menjadi anomali jika dibandingkan dengan tren positif dalam beberapa tahun sebelumnya dan sesudahnya.
Secara regional di Pulau Sumatera, Aceh menduduki peringkat kedua dalam jumlah perusahaan konstruksi pada tahun 2024. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya. Sementara secara nasional, Aceh berada di peringkat ke-8. Jumlah perusahaan konstruksi di Aceh lebih rendah dibandingkan dengan Sumatera Utara yang berada di peringkat kedua dengan jumlah 8245 perusahaan.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menduduki peringkat pertama di Pulau Sulawesi dengan 11249 perusahaan konstruksi. Meski demikian, terjadi penurunan -1.28% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan di sektor ini. Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-5 secara nasional.
Sumatera Utara
Dengan 8245 perusahaan, Sumatera Utara menempati posisi kedua di Pulau Sumatera. Terjadi penurunan signifikan turun 7.31%, mengindikasikan tantangan yang dihadapi sektor konstruksi di wilayah ini. Sumatera Utara berada di peringkat ke-6 secara nasional.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Sulawesi Selatan | 2024)
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat memiliki 7595 perusahaan konstruksi, menjadikannya yang teratas di Pulau Kalimantan. Pertumbuhan yang sedikit positif sebesar 1.2% memberikan harapan untuk perkembangan sektor konstruksi di masa depan. Kalimantan Barat menduduki peringkat ke-7 di Indonesia.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur mencatatkan 6976 perusahaan konstruksi dan menduduki urutan kedua di Kalimantan. Penurunan turun 1.27% dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa sektor konstruksi di wilayah ini masih perlu ditingkatkan. Secara nasional, Kalimantan Timur berada di peringkat ke-9.
Riau
Riau memiliki 6882 perusahaan konstruksi dan menempati urutan ketiga di Pulau Sumatera. Penurunan turun 2.84% menandakan perlunya upaya lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan sektor konstruksi. Riau menempati peringkat ke-10 secara nasional.
Banten
Banten memiliki 6470 perusahaan konstruksi dan menduduki urutan kelima di Pulau Jawa. Penurunan turun 2.41% dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa sektor konstruksi di wilayah ini perlu ditingkatkan agar bisa bersaing dengan wilayah lain. Banten menempati peringkat ke-11 secara nasional.