Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan Kabupaten Bangli, Bali pada akhir 2025 mencapai nilai 732.700 juta rupiah. Selama periode 16 tahun pencatatan sejak 2010, nilai sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan total peningkatan 161,72% atau rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 6,62%. Pada 2025, sektor ini tumbuh 3,73% dibandingkan tahun sebelumnya, menambah nilai sebesar 26.360 juta rupiah dari catatan 2024.
(Baca: PDRB Kabupaten Lampung Timur 2025: Rp60,94 Triliun, Tumbuh 4,65 Persen)
Selama periode pencatatan, terjadi lonjakan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2014 dengan laju 16,73%, sementara penurunan terdalam terjadi pada tahun 2020 turun 3,99% yang diikuti penurunan sedikit turun 0,58% pada 2021. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 4,54%, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya mencapai 3,86%. Posisi nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode pencatatan.
Untuk posisi peringkat di wilayah Pulau Nusa Tenggara dan Bali, Kabupaten Bangli berada di urutan 14 pada tahun 2025, turun satu peringkat dari posisi tahun sebelumnya yang berada di urutan 13. Secara nasional, peringkat Kabupaten Bangli juga mengalami penurunan dari urutan 312 pada 2024 menjadi urutan 317 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia pada tahun 2025. Selama 5 tahun terakhir, peringkat wilayah ini secara konsisten berada di kisaran 13 hingga 14 di tingkat pulau.
Nilai PDRB Industri Pengolahan Kabupaten Bangli tahun 2025 masih berada di bawah catatan enam wilayah pembanding yang tercatat. Seluruh wilayah pembanding mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun terakhir, dengan laju pertumbuhan tertinggi dicapai Kota Ambon sebesar 10,33%, diikuti Kabupaten Tapin 11,28% dan Kabupaten Merauke 8,49%. Seluruh wilayah pembanding ini juga menempati peringkat nasional berurutan tepat di bawah peringkat Kabupaten Bangli mulai dari urutan 314 hingga 320.
Kabupaten Pangandaran
Kabupaten Pangandaran berada pada peringkat 117 di tingkat pulau Jawa untuk indikator ini, dengan nilai PDRB Industri Pengolahan tahun terakhir mencapai 780.690 juta rupiah. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,7% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 27.840 juta rupiah dibandingkan periode sebelumnya. Secara nasional Kabupaten Pangandaran menempati urutan 314, berada tepat tiga peringkat di atas Kabupaten Bangli Bali untuk kategori indikator yang sama.
Kabupaten Tapin
Kabupaten Tapin Kalimantan mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,28% pada tahun terakhir, menjadi salah satu laju pertumbuhan tertinggi di antara wilayah pembanding. Nilai PDRB sektor industri pengolahan wilayah ini mencapai 769.810 juta rupiah, dengan penambahan nilai sebesar 78.020 juta rupiah dibandingkan tahun sebelumnya. Di tingkat pulau Kalimantan, wilayah ini menempati peringkat 46, sedangkan secara nasional berada pada urutan 315.
(Baca: PDRB Kabupaten Lampung Tengah 2025: Rp105,45 Triliun, Tumbuh 5,54 Persen)
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke Papua menempati peringkat 7 di tingkat pulau untuk indikator ini, menjadi peringkat tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding. Nilai PDRB Industri Pengolahan wilayah ini mencapai 759.720 juta rupiah pada tahun terakhir, dengan laju pertumbuhan sebesar 8,49%. Wilayah ini mencatatkan penambahan nilai sebesar 59.460 juta rupiah pada periode terakhir, dan menempati urutan 316 secara nasional.
Kota Langsa
Kota Langsa Sumatera mencatatkan nilai PDRB Industri Pengolahan sebesar 720.380 juta rupiah pada tahun terakhir, dengan laju pertumbuhan sebesar 9,15%. Wilayah ini menambah nilai sebesar 60.390 juta rupiah dibandingkan periode sebelumnya, menempati peringkat 95 di tingkat pulau Sumatera. Secara nasional Kota Langsa berada pada urutan 318, satu peringkat dibawah Kabupaten Bangli Bali.
Kota Ambon
Kota Ambon Maluku mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding dengan angka 10,33% pada tahun terakhir. Nilai indikator di wilayah ini mencapai 719.810 juta rupiah, dengan penambahan nilai sebesar 67.400 juta rupiah dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 5 di tingkat pulau Maluku, dan urutan 319 secara nasional.
Kabupaten Aceh Timur
Kabupaten Aceh Timur Sumatera mencatatkan nilai PDRB Industri Pengolahan sebesar 714.620 juta rupiah pada tahun terakhir, dengan laju pertumbuhan sebesar 7,84%. Wilayah ini mencatatkan penambahan nilai sebesar 51.970 juta rupiah dibandingkan periode sebelumnya, menempati peringkat 96 di tingkat pulau Sumatera. Secara nasional wilayah ini berada pada urutan 320, menjadi urutan terendah diantara kelompok wilayah pembanding.