- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Norwegia pada tahun 2024 sebesar 8,98 unit, mengalami penurunan sebesar 2,56% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 9,22 unit. Rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) adalah 9,64 unit, sehingga nilai 2024 berada di bawah rata-rata tersebut. Sementara rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 9,60 unit, yang juga lebih tinggi dari nilai 2024, menunjukkan kondisi ekonomi Norwegia dalam hal PDB PPP mengalami penurunan dibandingkan periode tiga dan lima tahun sebelumnya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Timor Timur 2015 - 2024)
Kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2022, dengan nilai PDB PPP mencapai 10,74 unit yang merupakan pertumbuhan sebesar 19,87% dari tahun 2021. Sementara penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan nilai turun sebesar 6,53% menjadi 8,96 unit. Tahun 2022 merupakan anomali karena nilainya melebihi rata-rata 10 tahun (9,56 unit) sebesar 12,3%, jauh di atas nilai tahun-tahun lain yang berkisar antara 8,96 hingga 9,78 unit kecuali tahun 2022.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Norwegia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam peringkat regional Eropa, Norwegia tetap berada di peringkat ke-7 pada tahun 2024, sama seperti tahun 2023. Peringkat ini menempatkan Norwegia di antara 10 negara Eropa dengan nilai PDB PPP tertinggi, di bawah Ukraina (peringkat6) dan di atas Swedia (peringkat8). Tidak ada perubahan peringkat dari tahun sebelumnya, menunjukkan posisi Norwegia stabil dalam skala regional.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Bahrain 2015 - 2024)
Proyeksi IMF untuk PDB PPP Norwegia menunjukkan nilai akan turun menjadi 8,924 unit pada tahun 2025, yang merupakan kontraksi sebesar 0,68% dari nilai 2024. Kontraksi di sini berarti penurunan nilai PDB PPP dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah 2025, proyeksi menunjukkan stagnasi pada tahun 2026-2027 dengan nilai tetap 8,892 unit, diikuti penurunan sangat kecil pada tahun 2028-2030, sehingga kondisi ekonomi dalam hal PDB PPP diproyeksikan akan sedikit memburuk sebelum stagnasi.
Dibandingkan negara lain di Eropa, Norwegia memiliki nilai PDB PPP yang jauh lebih tinggi daripada sebagian besar negara seperti Italia (0,608 unit), Latvia (0,506 unit), dan Portugal (0,557 unit). Namun, Norwegia masih berada di bawah negara seperti Islandia (152,192 unit) yang menempati peringkat pertama di Eropa. Pertumbuhan PDB PPP Norwegia pada tahun 2024 adalah negatif (-2,56%), berbeda dengan banyak negara Eropa yang mengalami pertumbuhan positif seperti Rumania (6,54%) dan Luksemburg (2,76%).