- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data terbaru PDB Paritas Daya Beli Saint Kitts dan Nevis untuk tahun 2024 tercatat pada nilai 1,8 unit. Data ini menunjukkan terjadinya pembalikan arah pertumbuhan setelah enam tahun berturut-turut mengalami penurunan nilai sejak tahun 2017. Pada tahun 2024, pertumbuhan tahunan tercatat positif 1,81 persen, mengakhiri tren penurunan berkelanjutan yang dialami negara kepulauan ini sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Saint Kitts dan Nevis terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Mauritania 2024)
International Monetary Fund (IMF) mencatat rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir Saint Kitts dan Nevis berada di angka minus 0,7 persen. Angka ini secara signifikan lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat minus 0,27 persen. Artinya, performa ekonomi dalam tiga tahun terakhir mengalami pelemahan yang lebih dalam dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Sepanjang 10 tahun data historis, kenaikan tertinggi PDB PPP terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan 3,22 persen. Sementara penurunan terparah tercatat pada tahun 2020 saat pandemi, dimana nilai PDB PPP anjlok 5 persen dalam satu tahun. Hal ini merupakan anomali dalam satu dekade terakhir, dimana penurunan yang terjadi dua kali lipat lebih dalam dibandingkan rata-rata penurunan tahun normal lainnya.
Dari sisi peringkat regional kawasan Karibia, posisi Saint Kitts dan Nevis pada tahun 2024 tetap berada di peringkat 7. Posisi ini tidak berubah dibandingkan tahun 2023, dan kembali ke posisi yang sama seperti yang dipegang negara ini secara konsisten selama periode 2015 sampai 2018 sebelum sempat naik satu peringkat selama tiga tahun periode pandemi.
Dibandingkan negara lain di kawasan Karibia, pertumbuhan PDB PPP Saint Kitts dan Nevis tahun 2024 berada di atas tiga negara dengan performa terburuk tiga tahun terakhir yaitu Trinidad dan Tobago, Saint Lucia dan Bahama. Namun secara peringkat nilai absolut tahun terakhir, negara ini masih berada di posisi tengah dari 13 negara yang dicatat di kawasan tersebut.
(Baca: PDRB Kabupaten Madiun 2025: Rp27,48 Triliun, Tumbuh 5,33 Persen)
International Monetary Fund (IMF) juga merilis proyeksi data sampai tahun 2030. Proyeksi menunjukkan bahwa setelah pertumbuhan positif di tahun 2024, ekonomi Saint Kitts dan Nevis akan kembali mengalami kontraksi pada tahun 2025 sebesar 3,49 persen. Kontraksi disini berarti nilai PDB PPP akan kembali menurun, menghapus seluruh peningkatan yang berhasil dicapai pada tahun 2024.
Sepanjang periode proyeksi sampai tahun 2030, nilai PDB PPP negara ini diproyeksikan akan bergerak stagnan berkisar antara 1,73 sampai 1,74 unit. Tidak ada pertumbuhan signifikan yang diproyeksikan, dengan fluktuasi pertumbuhan tahunan yang hanya bergerak di kisaran minus 0,34 persen sampai plus 0,23 persen setiap tahunnya tanpa ada lonjakan perbaikan ekonomi yang berarti.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.715 | -0.12 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |