Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Indonesia Bulan Juni Naik 0,03%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran penyediaan air dan layanan perumahan lainnya di Indonesia pada Juni lalu berada di angka 0,03%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat -0,01%. Di antara 12 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang 0,12% inflasi di Indonesia.
(Baca: Provinsi dengan Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Tertinggi di Indonesia (2025))
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Indonesia berada di level 111,93 pada Juni 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 111,9.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 0,39% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Indonesia telah mengalami pertumbuhan 0,3% (year to date/ytd).
(Baca: Statistik Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan Periode 2015-2025)
Hasil survei BPS, data per Juni 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan sembilan di bandingkan sub kelompok lainnya.
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per Juni di Indonesia :
- Kelompok penyediaan air dan layanan perumahan lainnya 0,03 %
- Kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,06 %
- Kelompok sewa dan kontrak rumah 0,09 %
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah 0,12 %
- Kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan 0,63 %
Dibandingkan dengan dua kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,03% dengan IHK sebesar 111.93 dan terendah terjadi di Kabupaten Luwu Timur sebesar 60,91% dengan IHK sebesar 160.91. Sementara untuk Indonesia ini menempati urutan kedua.
Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi pada Juni 2026:
- Kabupaten Luwu Timur 60,91%
- Indonesia 0,03%
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.059 | -0.09 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |