Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per September 2025, garis kemiskinan makanan di perdesaan jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 6,59 juta. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 35,01% dari total seluruh provinsi.
Papua Pegunungan mencatatkan garis kemiskinan makanan di perdesaan tertinggi dengan 906,09 ribu. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data semesteran di wilayah ini naik 6,7% dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2015 - 2024)
Setelahnya Kep. Bangka Belitung di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya, garis kemiskinan makanan di perdesaan di provinsi ini tumbuh 8,88%. Jumlah garis kemiskinan makanan di perdesaan di provinsi ini dilaporkan 760,21 ribu. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak 752,79 ribu .
Berikutnya, garis kemiskinan makanan di perdesaan di Papua Tengah naik 6,55% menjadi 646,55 ribu dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya, Kep. Riau dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan 636,64 ribu (naik 10,96%) dan Kalimantan Utara dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan 628,79 ribu (naik 4,77%)
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan Periode 2015-2025)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan tertinggi pada September 2025:
- Papua Pegunungan 906,09 ribu
- Kep. Bangka Belitung 760,21 ribu
- Papua Tengah 646,55 ribu
- Kep. Riau 636,64 ribu
- Kalimantan Utara 628,79 ribu
- Kalimantan Timur 628,65 ribu
- Papua Barat Daya 621,83 ribu
- Papua Barat 607,89 ribu
- Sumatera Barat 587,11 ribu
- Maluku 567,25 ribu