Garis kemiskinan makanan di perdesaan pada September 2025 tumbuh sebesar 8,04%. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi yang pernah dicatatkan dalam sepuluh tahun terakhir terakhir. Capaian itu menjadikan garis kemiskinan makanan di perdesaan menurut provinsi konsisten tumbuh dengan rata-rata 4,69% dalam empat tahun terakhir.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan Periode 2015-2025)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total garis kemiskinan makanan di perdesaan seluruh Indonesia pada September 2025 mencapai 18,83 juta .
Garis kemiskinan makanan di perdesaan tersebut naik 4,89% dibandingkan semester sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Papua Pegunungan tercatat dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan terbanyak, yaitu 906,09 ribu. Garis kemiskinan makanan di perdesaan di Papua Pegunungan saat ini setara dengan 4,81% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Barat 2018 - 2024)
Berikutnya adalah Kep. Bangka Belitung yang mencatatkan garis kemiskinan makanan di perdesaan 760,21 ribu lebih tinggi periode yang sama semester sebelumnya. Sedangkan untuk data semesteran, garis kemiskinan makanan di perdesaan di provinsi ini naik 0,99% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, garis kemiskinan makanan di perdesaan di Papua Tengah naik 6,55% menjadi 646,55 ribu dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya, Kep. Riau dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan 636,64 ribu (naik 10,96%) dan garis kemiskinan makanan di perdesaan di Kalimantan Utara naik 4,77% menjadi 628,79 ribu dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan garis kemiskinan makanan di perdesaan tertinggi pada September 2025:
- Papua Pegunungan 906,09 ribu
- Kep. Bangka Belitung 760,21 ribu
- Papua Tengah 646,55 ribu
- Kep. Riau 636,64 ribu
- Kalimantan Utara 628,79 ribu
- Kalimantan Timur 628,65 ribu
- Papua Barat Daya 621,83 ribu
- Papua Barat 607,89 ribu
- Sumatera Barat 587,11 ribu
- Maluku 567,25 ribu